TANGERANG, (B1) – Pentingnya sebuah literasi saat ini membutuhkan perhatian semua pihak. Tidak terkecuali di kalangan mahassiwa dan masyarakat umum, sehingga mampu membedakan informasi yang hoax dan tidak.
Demikian terungkap saat seminar tentang literasi yang dilakukan PC Hikmabudhi bersama BEM Kampus Sekolah Budha Negeri Sriwijaya Tangerang, Banten, Minggu, (29/4/18). Seminar menghadirkan narasumber Inayah Wahid putri ke 4 Alamarhum Gusdur presiden RI ke 4, Wenny Lo, firman Lie dan Wira Fernandes.
Dwi ketua panitia mengatakan tujuan seminar agar informasi mampu diberitahukan ke mahasiswa pentingnya sebuah literasi. Seminar literasi merupakan tindak lanjut dari program pengabdian mahasiswa Sriwajaya ke masyarakat.
Dikatakan, saat ini semangat membaca dan menulis di Indonesia sangat rendah. Sebab hasil riset menunjukan minat baca orang Indonesia menempati urutan ke 60 dari 61 negara.
“Ini sangat buruk bagi generasi muda Indonesia. Kami mencoba memulai dari lingkup kecil terlebih dahulu, dengan mengadakan semacam seminar,” ucapnya.
Inayah Wahid menyampaikan, literasi di era saat ini lebih banyak didominasi keberadaan media sosial. Terlebih dengan menjamurnya informasi hoax. Sebagai mahasiswa dengan kemampuan intelektual, harus mampu mengembangkan budaya literasi.
“Misalnya dengan aktif membaca, agar kita bisa melihat dan bisa menyaring terlebih atau mengecek dahulu apakah benar informasinya. Narasumber nya, datanya valid dan tidak terima mentah-mentah sebuah informasi,” ucapnya.
Vicky Leo ketua BEM Kampus Budha Sriwijaya menambahkan, seminar penting untuk kalangan mahasiswa Sriwijaya. Literasi perlu dilakukan agar masyarakat tidak langsung menelan informasi begitu saja.
“Harapan saya seminar literasi ini bisa kita terapkan di kehidupan. Karena efeknya bisa kita rasakan,” imbuhnya. (pudin).























