Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYASENI BUDAYA

Festival Aren Musang 2026: Rasi Nira, Ruang Bersama untuk Pengembangan Ekonomi Budaya, Seni, dan Kebudayaan Cibaliung

×

Festival Aren Musang 2026: Rasi Nira, Ruang Bersama untuk Pengembangan Ekonomi Budaya, Seni, dan Kebudayaan Cibaliung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PANDEGLANG, (B1) – Festival Aren Musang 2026 bertajuk “Rasi Nira” berlangsung pada 26–27 September 2026 di Cibaliung, Kabupatrn Pandeglang.

Example 300x600

Mengangkat aren sebagai titik temu antara kebudayaan, seni, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, festival ini menghadirkan ruang bersama bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus merawat pengetahuan yang hidup di Cibaliung.

Rasi Nira melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua, pelaku UMKM, pegiat budaya, komunitas, hingga masyarakat dari kampung sekitar.

Keterlibatan tersebut telah dibangun sejak tahap persiapan melalui berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat menjadi pelaku dalam pengembangan festival.

Rangkaian kegiatan mencakup pertunjukan gondang lesung, tari, musik, wirid sada kawung, teater boneka, pop Sunda, kitimpring, dan ceramah Sunda. Selain itu, terdapat workshop kuliner, jenama, strategi pemasaran, kaligrafi, ecoprint, serta penanaman aren dan kawao.

Kegiatan anak dan Cerdas Cermat Kebudayaan tingkat SLTA turut memperkenalkan pengetahuan mengenai aren, tradisi huma, kesenian, pengolahan, hingga pemasaran produk lokal kepada generasi muda.

Peluncuran 15 Produk Turunan Aren

Salah satu kegiatan utama dalam Festival Aren Musang 2026 adalah peluncuran 15 produk turunan aren. Peluncuran ini menjadi bagian penting karena festival tahun ini memberikan perhatian lebih pada pengembangan ekonomi masyarakat.

Sebelum festival berlangsung, Daya Desa bersama Daya Warga telah melakukan eksplorasi terhadap produk olahan aren.

Proses tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai
kegiatan persiapan, termasuk pengolahan, pengemasan, hingga upaya membangun jejaring pemasaran.

Sebelumnya telah ditemukan beberapa produk seperti Choconira, Energi Gel, Bandrek, Gula Cair, dan Gula Semut yang menjadi bagian dari pengembangan produk turunan aren.

Peluncuran 15 produk tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan festival. Produk yang dihasilkan masyarakat diarahkan untuk dapat masuk ke jejaring yang lebih luas sehingga memiliki kesempatan untuk dikenal dan dipasarkan di luar wilayah Cibaliung.

Hal ini sejalan dengan gagasan Festival Aren Musang yang sejak awal diarahkan untuk membangun jaringan dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan kedai sebagai bagian dari pengembangan pasar.

Aren, Kawao, dan Upaya Menjaga Ekosistem

Rangkaian kegiatan Rasi Nira juga tidak hanya berbicara mengenai produk dan kebudayaan.

Penanaman kawao dan kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan pohon aren menjadi bagian dari pesan yang dibawa dalam festival. Dalam sambutannya, Asisten Daerah (Asda) menyampaikan tiga poin yang menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang
lestari.

Pertama, komitmen untuk menanam pohon aren. Kedua, komitmen untuk tidak menggunakan jerat musang. Ketiga, komitmen terhadap pelestarian budaya.

Ketiga hal tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai aren tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan kebudayaan masyarakat.

Pohon aren bukan hanya dilihat sebagai sumber bahan baku ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan lokal dan kehidupan masyarakat.

Begitu pula dengan musang yang menjadi bagian dari identitas Festival Aren Musang.

Sebelumnya, dalam proses pendampingan masyarakat juga telah muncul gagasan untuk mengembangkan ruang belajar yang mempertemukan pengetahuan mengenai penyadapan nira, pembuatan gula aren, kawao, alat tradisional, lagu pertanian, dan tradisi masyarakat agraris.

Fwstival aren nira Pandeglang

Ziarah Budaya dan Gagasan Travel Pattern

Pengembangan ekonomi budaya dalam Rasi Nira juga mulai diarahkan pada penciptaan pengalaman kunjungan berbasis kebudayaan melalui ziarah budaya. Gagasan ini dikembangkan sebagai sebuah travel pattern yang menghubungkan pengunjung dengan lanskap, pengetahuan, kesenian, pangan, dan kehidupan masyarakat Cibaliung.

Melalui paket ziarah budaya yang mulai digagas tersebut, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan festival, tetapi diajak mengenali berbagai titik kebudayaan dan potensi lokal yang ada di Cibaliung.

Pada pelaksanaan Rasi Nira, gagasan ini mulai diuji melalui kedatangan delapan peziarah budaya yang membeli paket perjalanan.

Kehadiran delapan peziarah tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kemungkinan pengembangan Cibaliung sebagai ruang kunjungan budaya yang berkelanjutan.

Travel pattern ini mempertemukan pengalaman mengunjungi kebun aren, mengenal proses pengolahan nira, menikmati produk lokal, menyaksikan soundscape hasil rekam lapangan, serta mengenali pengetahuan dan praktik kebudayaan masyarakat setempat.

 

Dari Festival untuk Masyarakat
Rasi Nira memperlihatkan bahwa Festival Aren Musang tidak hanya berlangsung di atas panggung. Banyak kegiatan justru tumbuh dari keterlibatan masyarakat dalam proses persiapan.

Orang tua, pemuda, perempuan, dan anak-anak mengambil bagian sesuai dengan perannya masing-masing. Masyarakat juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung, termasuk membuat egrang, menata lingkungan kampung, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan festival.

Jejaring yang dibangun juga melibatkan berbagai pihak. Daya Desa dan Daya Warga bekerja bersama dengan masyarakat desa sekitar, pelaku UMKM, serta kedai-kedai yang diharapkan
dapat menjadi bagian dari pengembangan pemasaran produk aren.

Dengan berbagai kegiatan
tersebut, Rasi Nira menjadi ruang pertemuan antara ekonomi, seni, kebudayaan, lingkungan, dan masyarakat.

Peluncuran produk turunan aren berjalan bersama pertunjukan seni, cerdas cermat kebudayaan, workshop, kegiatan anak, penanaman kawao, hingga kegiatan kebudayaan lainnya.

Festival Aren Musang 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai bagaimana aren
diolah menjadi sebuah produk, tetapi juga bagaimana pengetahuan, kebudayaan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat dapat berjalan bersama.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya agar aren tetap hidup di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan dan kebudayaan Cibaliung. (cj/dan).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post