Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKANTANGERANG RAYA

Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya

×

Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Setiap 2 Oktober, masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional.

Example 300x600

Momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh batik sebagai warisan budaya sekaligus melihat bagaimana batik terus berkembang di berbagai daerah, termasuk Kota Tangerang.

Batik Kota Tangerang tidak hanya hadir dalam bentuk kain dan motif, tetapi juga menyimpan cerita mengenai keberagaman budaya, sejarah, ikon kota, serta kreativitas masyarakat.

Berikut beberapa hal menarik untuk mengenal lebih dekat batik khas Kota Tangerang:

1. Angkat Keberagaman Budaya

Karakter batik Kota Tangerang tidak terlepas dari keberagaman masyarakatnya. Sejumlah motif mengangkat perpaduan unsur budaya Sunda, Betawi, Jawa dan Cina. Kekayaan tersebut kemudian dituangkan dalam motif yang menggambarkan kehidupan, tradisi dan identitas Kota Tangerang.

2. Ikon Kota Tangerang

Sejumlah ikon kota menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan motif batik. Di antaranya Sungai Cisadane, Perahu Naga, Jembatan Berendeng, Pintu Air Sepuluh, Masjid Raya Al-A’zhom hingga Jam Gede Jasa.

3. Kampung Batik Kembang Mayang

Pelestarian batik juga tumbuh dari masyarakat melalui Kampung Batik Kembang Mayang di Kelurahan Larangan Selatan, Kecamatan Larangan. Kawasan ini menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mengenal, memproduksi dan mengembangkan batik khas Kota Tangerang, sekaligus menjadi tempat edukasi bagi masyarakat dan generasi muda.

4. Motif Batik Sundara Loka

Salah satu pengembangan terbaru ialah Batik Sundara Loka yang diluncurkan pada 2024. Motif tersebut menggabungkan sejumlah elemen khas Kota Tangerang, seperti Sungai Cisadane, Perahu Naga, Jembatan Berendeng, Pintu Air Sepuluh, Masjid Kalipasir, Kelenteng Boen Tek Bio, Masjid Raya Al-A’zhom dan Museum Benteng Heritage.

5. Pelestarian Melalui Kegiatan Kreatif

Upaya mengenalkan batik kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan membatik, kelas belajar batik, lomba motif, hingga kegiatan fesyen dan pameran produk batik.

6. Momentum Lestarikan Batik Lokal

Hari Batik Nasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenakan batik, tetapi juga mengenal dan menghargai karya para perajin.

Di Kota Tangerang, keberadaan motif khas, Kampung Batik Kembang Mayang, pelaku usaha, serta berbagai kegiatan edukasi menjadi bagian dari upaya menjaga agar batik tetap berkembang dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, batik Kota Tangerang dapat terus berkembang dengan tetap membawa cerita mengenai budaya, sejarah dan identitas daerah.

Hari Batik Nasional pun menjadi momentum untuk semakin mengenal, menggunakan, dan turut menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (sep).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post