Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ORGANISASIPENDIDIKAN

Adab Lebih Penting daripada Ilmu

×

Adab Lebih Penting daripada Ilmu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Generasi Z dan Alpha cenderung kehilangan adab dalam proses tumbuh kembangnya. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan bagi kita, terlebih sebagai orang tua.

Example 300x600

Keprihatinan tersebut dipaparkan Firmansyah Maulana, saat memberi materi pada, Seminar Parenting yang dihelat Komunitas Sahabat Ibu dan Keluarga (Sakura), Ahad 27 September 2026, di Kampus 2 Institut Asy Syukriyyah, Kota Tangerang.

Untuk itu, Edukator dan Youth Mentor Counselor, tersebut menegaskan pentingnya komunikasi timbal balik/dua arah antara orang tua yang ibtens.

“Sehingga anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai keberadaannya oleh orang tuanya,” ujarnya.

Pria yang berprofesi sebagai ustadz ini mengajak peserta parenting yang didominasi oleh ibu ibu itu, juga menjelaskan urgensi keteladanan para orang tua bagi putra putrinya.

“Anak-anak yang sejak kecil mendapatkan kasih sayang dan teladan dari orang tuanya akan tumbuh menjadi anak-anak yang baik, cerdas dan siap menghadapi masa depannya, ” terangnya.

Sementara itu, pemateri kedua, Hasanah Ubaidillah Nur Aziz yang mengusung tema “Cinta dan Komunikasi”, menyatakan, bahwa peran kedua orang tua (bapak ibu, red.), dalam mendidik anak-anaknya sangatlah diperlukan.

“Kita sebagai orang tua harus pandai-pandai mengatur waktu sebagai orang tua, sebagai istri, sebagai ibu atau bahkan mungkin pencari nafkah untuk membantu ekonomi keluarga, ” jelasnya.

Tantangan orang tua di era digital ini jauh lebih berat. Sebab, anak-anak rentan terpapar arus informasi.

“Jika kita, orang tua tidak pandai-pandai meng-up date diri dengan perkembangan zaman maka jangan sampai nanti anak anak kita salah pergaulan,,” tandadnya.

Kasih sayang, cinta dan komunikasi adalah solusi jitu untuk mendampingi tumbuh kembang putra putrinya.

“Sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman untuk menyampaikan keluh kesanya tanpa harus menghakimi,” kata wanita alumni Al Azhar, Mesir ini.

Hasanah juga berpesan agar dalam mendidik anak anaknya disesuaikan dengan usianya. Misalnya, anak usia 0-7 tahun.

“Ajaklah bermain selama 7 tahun. Jadikan dia saudaramu dan berikan kebebasan penuh yang bertanggung jawab setelah usia 21 tahun,” sarannya.

Salah seorang peserta Seminar Parenting bertajuk “Bukan Sekedar Orang Tua, Jadilah Rumah Ternyaman Bagi Anak”, yang dihelat Sahabat Ibu dan Keluarga (Sakura), Melati Annisa, mengaku dirinya mendapatkan ilmu dan wawasan baru dalam kegiatan ini sebagai bekal dalam mendidik putrinya.

” Alhamdulillah, materinya bagus untuk bekal mendampingi anak di era digital ini. Selain itu, pemateri juga komplit konselor dan praktisi/ibu rumah tangga sekaligus ustadzah, ” ucapnya.

Sebagai informasi, SAKURA adalah salah satu komunitas parenting di Kota Tangerang yang concern dengan parenting dengan tag line Sahabat Ibu & Keluarga.

Mempunyai visi “Menjadi sahabat ibu dan keluarga dalam mengembangkaan potensi dan menciptakan ketangguhan keluarga untuk membangun peradaban bangsa” (Ran).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post