CILEGON, (B1) – Dalam rangka menyambut pelaksanaan Asean Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX) 2018, BPBD Kota Cilegon melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah lembaga dan instansi terkait seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cilegon, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon, Senin (22/1/18) di kantor BPBD Kota Cilegon.
Rapat yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Rasmi Widyani membahas terkait perencanaan dan pematangan persiapan kegiatan ARDEX 2018.
“Sebenarnya pelaksananya Pemerintah Pusat karena kan event nya ASEAN. Kebetulan lokasi kegiatannya nanti di Cilegon, mau gak mau kita harus mempersiapkan segala sesuatunya agar tidak dadakan. Khawatir kalau koordinasinya dilakukan dalam waktu singkat, kita sendiri yang di daerah yang kebingungan. Meskipun secara rinci kegiatannya seperti apa kita belum terima. Untuk itu kemarin saya koordinasi dengan Provinsi untuk membuat proposal pengajuan ke pusat. Dimana dalam proposal tersebut kita beri gambaran sejauh mana kesiapan kita dan apa saja yang perlu dibantu oleh BNBP. Karena untuk di daerah kan belum tentu ada anggarannya. Maka dari itu, rapat ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan agar semuanya bisa dilaksanakan secara maksimal. Sayangnya beberapa instansi yang kita undang hari ini tidak hadir, seperti PHRI dan Disparbud Cilegon,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Diketahui, Kota Cilegon terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX).
Hal tersebut membuat Kota Cilegon menjadi daerah yang akan dikunjungi oleh negara di Asia Tenggara pada kegiatan tersebut.
Masih dikatakan Rasmi, Kota Cilegon merupakan daerah industri yang kompleks, karena memiliki industri baja hingga industri kimia, sehingga menjadi prioritas dalam hal penanggulangan bencana karena potensi bencananya tidak hanya mengenai bencana alam saja.
Untuk lokasi sendiri, pihaknya sendiri merekomendasikan kegiatan agar dilaksanakan di Kecamatan Pulomerak.
“Kami sih merekomendasikan di Pelabuhan Indah Kiat karena beberapa waktu kemarin sudah pernah dipakai untuk kegiatan HUT TNI. Selain strategis, untuk melakukan simulasi bencana ini juga lokasinya sangat cocok karena dekat dengan pegunungan (bukit), laut, dan industri. Untuk simulasi bencananya pun masih dibahas, apakah tsunami, gempa bumi atau disertai dengan kegagalan teknologi. Itu semua saat ini sedang dirumuskan,” ucapnya. (Baehaqi Rizal).
























