TANGERANG, (B1) – Fakultas Universitas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar Festival Drama Antar Kelas (Fesdrak). Kegiatan sebagai salah satu penilaian bagi Mahasiswa/wi FKIP.
Digelarnya Fesdrak ini bertujuan untuk meningkatkan kepekaan kreativitas, kepekaan artistik, kepekaan keaktoran dari seorang guru studi. Tahun ini merupakan Fesdrak ke 9 yang digelar FKIP UMT, hingga Rabu, (27/12/17) di Sanggar Siti Hinggil, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.
Pasalnya, Fesdrak ke 9 tersebut merupakan salah satu program FKIP yang saat ini diikuti 150 mahasiswa yang menjadi 15 group dari 2 program studi yakni pgSD dan pgPaud.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Enawar mengatakan, mata kuliah teater atau drama itu menjadi mata kuliah wajib di fakultas. Jadi mata kuliah ini ada di semua mata pelajaran seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, PgSD dan Paud.
“Kami mengesahkan mata kuliah teater bukan sekedar ada secara definisi sejahtera itu apa. Tapi juga, kami mencoba membentuk calon- calon guru yang insya Allah mampu mendedikasikan diri sekujur tubuhnya ketika mengawal proses belajar mengajar di kelas,” ujar Enawar.
Oleh karenanya kata Enawar, di mata kuliah drama ini pengampuh nya adalah dosen-dosen yang ada sebagian linier ijazahnya, tetapi dikombinasikan dengan praktisi dari luar.
Tujuannya agar mata kuliah teater tidak berhenti pada sebuah mata kuliah sambung Away panggilang akrab Enawar bahwa kebanyakan yang hanya di hafal definisinya saja, hanya kepentingannya menjawab soal-soal tertulis. Tetapi juga mata kuliah ini benar-benar ingin membentuk kepekaan kreativitas, kepekaan artistik, kepekaan ke Aktoran seorang guru, sehingga ketika dia berdiri di kelas menjadi sosok yang menarik untuk siswa.
“Jika gurunya sudah menarik, biasanya mata pelajaran apapun akan diikuti oleh siswa. Agar suasana perolehan atau pencapaian artistik terakhir ini mendapatkan suasana yang luar biasa menarik di setiap kali festival, kami melibatkan dewan juri yang selama ini memiliki kapabilitas yang sangat bagus dari praktisi-praktisi dan kita juga sudah kerjasama dengan Dewan Kesenian Jakarta selain dengan Dewan Kesenian Tangerang,” ucap Away.
Away menambahkan, meskipun Fesdrak ke 9 ini hanya dilombakan antar kelas tapi pihaknya menghadirkan sutradara senior seperti Marhaman zam-zam sebagai dewan juri, mas Dedi Kampleng yang merupakan seniman dari Cirebon dan dari dewan kesenian Tangerang.
“Kami sengaja mandatangkan para sutradara senior ini, agar para mahasiswa juga serius dalam penggarapan drama yang ditampilkan,” pungkasnya. (bayu).























