Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPENDIDIKAN

Tabligh Akbar di Bantul, UBN Ingatkan Bahaya Ketergantungan Anak pada AI

×

Tabligh Akbar di Bantul, UBN Ingatkan Bahaya Ketergantungan Anak pada AI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JOGJAKARTA, (B1) – Ulama dan pendakwah Islam, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga dan persatuan bangsa di tengah disrupsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta perubahan tatanan global.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan UBN dalam kajian Tadabbur & Hidayah bertajuk Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari di Masjid Baiturrahman, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (24/10/26) malam.

Dalam tausiyahnya, UBN menyoroti kecenderungan anak-anak dan generasi muda yang semakin mengandalkan teknologi kecerdasan buatan untuk mencari jawaban atas persoalan emosional dan kehidupan.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendidik dan membina anak di tengah perkembangan teknologi.

“Mesin itu tidak memiliki hati, bagaimana mungkin ia disuruh menjawab persoalan hati? Ini pertarungan nyata hari ini antara orang tua dan teknologi dalam mendidik anak,” ujar UBN di hadapan jamaah.

Pendiri AQL Islamic Center itu menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Alquran sejak dini di lingkungan keluarga. Ia mengingatkan, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan penguatan nilai spiritual.

Merujuk pada Surah Ar-Rahman dan Surah Al-Anbiya ayat 107, UBN mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi semesta alam.

“Kembalikan anak-anak kita kepada Alquran agar mereka mendapatkan asupan nurani, bukan sekadar algoritma mesin. Didik mereka dengan dua hal: eksplorasi untuk mengenal kebenaran dan komitmen tauhid yang kuat agar tidak mudah goyah di tengah jalan,” tegasnya.

UBN Ajak Bangsa Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Selain menyoroti tantangan pendidikan keluarga di era digital, UBN mengingatkan umat Islam agar mencermati perubahan geopolitik dunia. Ia menilai, pergeseran tatanan global dari unipolar menuju multipolar membawa tantangan tersendiri bagi ketahanan bangsa, termasuk dalam sektor energi dan pangan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia memperkuat kemandirian domestik dengan meningkatkan produktivitas, menerapkan pola hidup hemat, dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Bersiap-siap, kencangkan ikat pinggang, jauhi pemborosan, dan aktifkan lahan-lahan yang belum produktif. Yang terpenting, jaga terus persatuan dan kesatuan bangsa serta jangan mudah termakan provokasi informasi yang belum jelas kebenarannya,” tuturnya.

UBN juga mengapresiasi kontribusi gerakan Islam di Indonesia, termasuk Muhammadiyah, dalam membangun kemandirian umat. Menurut dia, optimalisasi wakaf produktif, penguatan lembaga pendidikan, serta pengembangan layanan sosial dan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat.

Ia menilai, kemandirian ekonomi yang berpijak pada pemberdayaan masyarakat dan nilai-nilai syariat menjadi salah satu modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global sekaligus berkontribusi di tingkat internasional.

Kajian tersebut ditutup dengan ajakan muhasabah agar umat Islam menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga integritas, memperkuat kepedulian sosial, serta melindungi keluarga di tengah perubahan zaman. (les).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post