CIRUAS, (B1) – Pemerintah Kabupaten Serang dirikan Pangkalan Baca Desa (Pakades) di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas. Hal ini dilakukan sebagai implementasi atas diraihnya penghargaan sebagai kabupaten literasi dari gerakan literasi nasional.
“Kalau gerakan literasi sekolah kan sudah dilakukan di setiap sekolah, mulai dari baca buku, baca alquran dan salat duha. Nah kalau ini (Pakades) terbuka untuk umum, jadi bukan hanya untuk pelajaran anak sekolah saja, tapi secara umum pelajarannya atau buku apapun bisa didapatkan di kantor desa ini,” kata Bupati Tangerang Ratu Tatu Chasnah, Rabu (3/5/17).
Tatu berharap dengan berdirinya Pakades, sumbangan buku bisa terus masuk dari berbagai elemen masyarakat baik secara organisasi maupun individu, sehingga buku-buku yang tersedia di Pakades bisa lebih banyak lagi.
“Tentunya, dengan banyaknya jenis buku yang disedikan, minat baca masyarakat diharapkan lebih meningkat lagi. Kita akui minat baca masyarakat saat ini memang sangat rendah. Jarang sekali punya buku bacaan pegangan, kalau di negara luar sana sudah menjadi buku pegangan wajib, nah disini mudah-mudahan dengan adanya Pakades ini bisa meningkatkan minat baca,” harapnya.
Tatu menambahkan, kedepan setelah Desa Kaserangan, tentunya desa lainnya di Kabupaten Serang bahkan hingga tingkat RW harus memiliki pangkalan baca, agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses.
“Semen merah putih dari Kabupaten Lebak ikut menyumbang mading untuk menempel kreativitas masyarakat, mudah-mudahan dengan gerakan ini, Industri di Kabupaten Serang akan ikut serta, karena gerakan ini kan non APBD,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang, Hamdani mengatakan, bahwa dilihat dari kunjungan pihaknya ke beberapa wilayah di Kabupaten Serang dengan membawa perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah dan ke kampung-kampung, minat baca anak-anak terlihat sangat tinggi dengan hadirnya perpustakaan keliling.
Oleh karena itu, menurutnya sarana dan prasaran membaca ini perlu terus ditingkatkan dan dengan hadirnya perpustakaan keliling dan Pakades, merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut. “Perpustakaan keliling yang ke lapangan ada dua kendaraan, dua unit itu kita targetkan kunjungan satu tahun itu 134 titik, jadi kita masih kekurangan kendaraan perpustakaan keliling sekitar tiga unit lagi. Namun dengan hadirnya Pakades, akses masyarakat untuk dapat membaca menjadi lebih mudah dan terjangkau, sehingga menjadi salah satu solusi untuk menumbuhkan minat baca selain adanya perpustakaan keliling,” tetangnya. (Stevan).
