Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAOPINIUncategorized

Perang Sarung Membuat Keresahan Di Kalangan Masyarakat

×

Perang Sarung Membuat Keresahan Di Kalangan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Oleh: Felix Albet

Example 300x600

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perang adalah pertempuran

besar bersenjata antara dua pasukan atau lebih, dan sarung adalah pakaian tradisional

khas Nusantara yang digunakan oleh pria dan wanita. Jadi dapat disimpukan perang

sarung adalah pertempuran yang dilakukan menggunakan bahan sarung.

 

Pada semulanya perang sarung adalah bagian dari tradisi yang dilakukan

secara turun-temurun untuk kesenangan pada anak-anak dan remaja setelah shalat

tarawih di bulan Ramadhan. Perang sarung kini justru beralih kepada ajang tindakan

kriminalisasi.

 

Melihat akibat efek yang timbul dari perang sarung saat ini justru membuat

keresahan di kalangan masyarakat, yang mana tidak hanya menimbulkan luka-luka

yang cukup serius bahkan dapat merenggut nyawa seseorang.

 

Itu diakibatkan pada sarung tertanam batu, perang yang negatif ini didasarkan niat

untuk melukai.Melansir berita dari detikcom, beberapa hari lalu di kabarkan seorang

pelajar SMP bernama Muhammad Hilman Herdian berumur 14 tahun, ditemukan sudah

dalam keadaan tidak bernyawa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Caringin

Kurung, Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan pada hari

Kamis 6 Maret 2025.

 

Dari adanya keresahan yang timbul pasca-perang sarung, bahkan sampai

mengakibatkan korban meninggal dunia, maka boleh dikatakan perang sarung ini

adalah tindakan kriminal dalam kategori pengeroyokan. Dan ini dapat di pidana

dengan sesuai dengan Pasal 170 KUHP yang berbunyi “ Barang siapa terang-terangan

dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang,

diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

 

Sebagai bentuk jera seseorang untuk menyadari kesalahannya dan tidak untuk

mengulangi kembali.Oleh karena itu, penting kepada pihak terkait seperti pimpinan

masyarakat, lembaga sosial, dan terutama pada pihak keluarga untuk mengarahkan

kepada hal-hal positif kegiatan yang tentunya bermakna apa lagi di bulan suci

Ramadhan seperti saat ini. Seperti kegiatan mengaji, pesantren kilat, bahkan

melakukan lomba hafalan Surah pendek Juz 30. (**).

 

Biodata Penulis:

  • Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.
Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post