TIGARAKSA, (B1) – Sebanyak 25 pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang ( DPAC) ormas BPPKB, tegaskan dukung ketua DPC BPPKB Kabupaten Tangerang hingga akhir masa jabatan. 25 pengurus tingkat kecamatan ini sudah membuat surat pernyataan dukungan secara tertulis dan diserahkan kepada pengurus DPP BPPKB.
Saepul Anwar Wakil Ketua DPC BPPKB Kabupaten Tangerang mengaakan, Ari As’ari yang kini menjabat Ketua DPC BPPKB tidak bisa seenaknya dilengserkan oleh oknum perusak organisasi. Karena setelah dilantik pada tanggal 03 Pebruari 2019 lalu, DPC BPPKB Kabupaten Tangerang mengalami penataan organisaai ditingkat DPC, DPAC, dan tingkat ranting. Bahkan anggota BPPKB semakin bertambah banyak serta kegiatan di DPAC semua berjalan dengan baik.
” Dengan aktifnya semua pengurus dari tingkat DPC sampai tingkat ranting, membuktikan bahwa kinerja ketua DPC Ari As’ari baik dan perlu di apreasisasi,” kata Aan, sapaan Saepul Anwar.
Saepul Anwar membandingkan kepengurusan Ari As’ari dengan era Ketua DPC BPPKB Kabupaten Tangerang Asep Lodaya. Menurutnya di saat dijabat Asep Lodaya kegiatan organisasi BPPKB vakum, anggota tidak mengalami penambahan, pengurus DPAC tidak pernah dilakukan penataan dan pembinaan.
Namun, di era sekarang BPPKB Kabupaten Tangerang selalu dihitung oleh Pemkab Tangerang. Bahkan setiap momen-momen, BPKKB selalu diundang dan dilibatkan kegiatan, baik di tingkat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, maupun ditingkat kecamatan.
” Saya pernah menjabat ketua DPAC Kecamatan Balaraja, bagaimana vakumnya orgamisasi BPPKB di bawah kepemimpinan Asep Lodaya kala itu,” terangnya.
Terkait pemakzulan oleh DPD BPPKB Provinsi Banten kepada ketua DPC BPPKB, kata Saepul Anwar tidak beralasan. Apalagi disangkutpautkan dengan peristiwa kericuhan dengan ormas PP, dengan kelompok hercules dan ketidak singkronan dengan pengurus DPD.
Perlu diingat beber Aan, semua kejadian tersebut merupakan bukti bahwa DPC BPPKB Kabupaten Tangerang membela terhadap anggotanya.
” Lalu peran DPD BPPKB Banten sampai saat ini dimana. DPC bukan hanya Kabupaten Tangerang saja, ada delapan Kabupaten/Kota yang selama ini tidak tersentuh oleh pengurus DPD. Apakah DPC kabupaten lain yang tidak aktif selama ini dibina DPD BPPKB Provinsi Banten?, sangat aneh sekali,” ungkapnya.l.
Aan pun mencurigai dan menduga adanya oknum pengurus DPD yang memprovokasi dan menyudutkan ketua DPC Ari As’ari, karena faktor sakit hati dan kalah dalam pemilihan langsung dalm pencalonan melawan Ari As”ari Marnan. DPD sempat merekomendasikan ketua DPC Ari As’ari untuk dilengserkan tetapi ditolak oleh DPP BPPKB pada, 26 Juni lalu, keputusan yang bersifat final dan mengikat.
Namun belakangan ini DPD BPPKB Provinsi Banten terus bermanuver dan kembali mengajukan surat rekomendasi kembali ke DPP BPPKB. Seharusnya DPD BPPKB Provinsi Banten memberikan arahan-arahan yang baik kepada DPC BPPKB se Banten, agar terjadi sinergi, baik organisasi maupun kadernya.
“DPC Kabupaten Tangerng, sampai saat ini belum diberikan teguran secara tertulis jika ada kekeliruan. Dan sampai saat ini kami masih menunggu keputusan DPP BPPKB. Karena menurut informasi wasekjen DPP BPPKB Abah Oyim, masih dalam perdebatan, dan ada yang pro dan ada yang kontra,” tandasnya. (cj/yat).
























