CILEGON, (B1) – Memasuki era industri 4.0, masyarakat di tuntut agar bisa mengikuti perkembangan zaman dalam segala aspek kehidupan.
Tak terkecuali pengelola TBM di Kota Cilegon yang notabene sebagai motor penggerak literasi, di harapkan mampu menjadi pionir dalam menggalakan budaya literasi yang up-to-date dan kredibel.
“Untuk ke-3 kalinya, pada Minggu 30 Juni 2019 kemarin, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Cilegon menyelenggarakan diskusi yang di kemas dalam bentuk Riung Literasi bertajuk ‘Membangun (Kesadaran) Budaya Literasi Kota Cilegon Di Era Revolusi Industri 4.0. Di era teknologi digital ini, melek baca menjadi sebuah keharusan yang tak
terbantahkan. Mengingat kapasitas melek baca memiliki relevansi dengan melek informasi secara masif. Di antara sisi positif dari melek baca adalah masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi konten negatif yang mengandung muatan ujaran kebencian, berita hoax, dan intoleransi merupakan ancaman besar yang tengah melanda bangsa Indonesia, di mana hal ini akan berdampak pada keutuhan NKRI,” ungkap Ismet Ketua Forum TBM Kota Cilegon, yang ditemui Selasa (2/7/2019).
Dalam acara yang dilaksanakan di sekretariat GAKSA (Gabungan Komunitas Sastra ASEAN) yang terletak di Jalan Ciwedus-Gagunung, Link Curug Sekolah, Kelurahan Bagendung, Kota Cilegon, hadir pula pengurus Wilayah Forum TBM Provinsi Banten, Andri Gunawan, Akhmad Zaeni dari Serambi Baca Mumu TB, CEO GAKSA Muhammad Rois Rinaldi, selaku pemateri mendampingi Ismet El-Siruni.
“Dukungan dalam kegiatan ini juga diberikan oleh para pegiat literasi yang merupakan santri Ponpes Al-Hidayah, dan kawan-kawan aktivis FAM (Front Aksi Mahasiswa) yang turut hadir di acara tersebut,” tutupnya. (Baehaqi Rizal).
