TANGERANG, (B1) – Dinas Pendidikan Kota Tangerang gelar Sosialisasi Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga. Acara yang berlangsung selama dua hari 25-26 September 2018 ini, mengusung tema “Membangun Keluarga Yang Sejahtera,Berahlakul Karimah dan Berdaya Saing, yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Abduh Surahman, Selasa, (26/9/18).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas mengatakan, kegiatan yang dilakukannya diharapkan dapat memberikan pengetahuan pendidikan keluarga. Harus diakui selama ini hal itu dilakukan hanya berdasarkan pengalaman masing-masing individu atau orang lain terdekat.
Pada kegiatan ini juga akan diberikan ilmu tentang pendidikan keluarga secara ilmiah atau berdasarkan sudut pandang keilmuan. Sehingga nantinya dapat diterapkan oleh sekolah saat rapat dengan wali murid di sekolah.
“Kegiatan merupakan implementasi dari Kemendikbud Direktorat Bindikel dan sangat penting, terlebih perkembangan tekhnologi saat ini. Disini akan diajarkan memadukan pendidikan di keluarga pada generasi milenial,” terang Kadis.
Sementara Kabid PAUD dan PLS pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Muhammad Adli menerangkan, setidaknya ada sekitar 372 peserta yang mengikuti kegiatan. Peserta dibagi dalam dua gelombang, yakni 186 orang di tanggal 25 September dan 186 lagi pada tanggal 26 September 2018.
Peserta berasal dari berbagai unsur pendidikan. Diantaranya, PKBM, Pengawas TK dan SD, penilik, pengawas Depag, Kepala TK, RA, PAUD, SD, SMP, Pengurus IPQ, PKK Kota Tangerang, P2TP2A, Bunda PAUD Kecamatan, DWP Kota Tangerang, Dinas Kesehatan, DP3AP2Kb dan unsur Dinas Pendidikan Kota Tangerang.
“Acara merupakan implementasi Permendikbud Nomor 30 tahun 2007 tentang Pelibatan keluarga dalam pendidikan. Harapannya agara terjadi sinergitas di tiga sentra pendidikan,” terangnya.
Dikatakannya, tiga sentra pendidikan yang dimaksud yakni, pada keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Hal tersebut untuk memastikan hasil pendidikan yang dilakukan dapat berjalan baik.
“Bukan hanya Pemkot atau Dindik saja, sebab pendidikan pertama itu ada di keluarga. Kemandirian anak, penguatan mental anak, karakter anak ada di keluarg. Dan keluarga harus mampu menjadi contoh atau tauladan yang baik,” imbuhnya.

Diungkapkannya, selama ini ada saja permasalahan yang terjadi pada peserta didik. Seperti adanya anak putus sekolah.Kejadian tersebut disebabkan kurangnya penguatan karakter anak pada lingkungan keluarga dan rumah.
“Kondisi itu terjadi biasanya karena orangtua, sibuk. Sehingga berdampak pada kondisi keluarga dan pembentukan karakter,” terangnya.
Dijelaskan kegiatan Bindikel dilakukan secara nasional. Untuk tahun 2018, Kota Tangerang mendapat kesempatan untuk mengadakannya dari 80 rencana kegiatan yang akan dilakukan Dindikbud.
“Goal, kegiatan ini adalah peserta mampu menambah pengetahuan tentang makna pendidikan. Mampu menerapkan teori pengajaran dan ketiga mampu membangun komunikasi antara sekolah, masyarakat dan orang tua,” pungkasnya. (Adv).
























