LEBAK, (B1) – Kedatangan Presiden RI Jokowidodo menjadi momen bagi ratusan masyarakat Desa Cilangkap, Kecamatan Maja untuk menumpahkan aspirasi terkait penggusuran lahan pertanian masyarakat yang diklaim milik perusahaan PT Wira Karya.
Koordinator aksi, Suganda mengatakan, aksi di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) ini merupakan bentuk protes untuk meminta keadilan atas tindakan semena-mena yang dilakukan PT Wira Karya yang telah menggusur lahan yang sedang ditanami mulai dari padi, singkong, lengkuas, jagung dan banyak lagi lainnya.
“Kami masyarakat dibantu mahasiswa dan pengacara melakukan gugatan ke PN menuntut keadilan dan kami juga menyampaikan keluhkesah kami kepada presiden yang saat ini berkunjung ke Lebak dengan aksi jalanan,” kata Suganda, Rabu (4/10/17).
Menurutnya, dia bersama seluruh masyarakat meminta presiden dan PN Lebak agar bersikap adil dan objektif dalam mempertimbangkan dan memutuskan masalah penyerobotan lahan warga ini.
“Permaslahan ini muncul awal tahun 2017 ini mereka dengan seenaknya menurunkan alat berat dan meratakan seluruh lahan yang sudahb ditanam warga tanpa basa basi. Maka dari itu kita kita gugat ke PN Rangkasbitung atas klaim lahan tersebut oleh PT Wira Karya,” ujarnya.
Iwan Pose salahseorang pendemo lainnya menyatakan, jika melihat dokumen dan sejarah lahan warga sebagai penggugat berhak atas lahan yang mereka garap sejak puluhan tahun silam. Pihaknya menilai tergugat sudah melakukan perbuatan melawan hukum.
“Untuk itu kami mengguat ke PN dan meminta kepada presiden agar memberikan solusi kepada kami karena lahan yang digusur tersebut sumber kehidupan kami dan masa depan anak kami,” ungkapnya.(fakih).
