Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PEMERINTAHANUncategorized

CSFF Disparbud Cilegon Usai Digelar

×

CSFF Disparbud Cilegon Usai Digelar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

CILEGON, (B1) – Agenda kegiatan Cilegon Short Film Festival (CSFF) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Cilegon baru saja selesai digelar, Rabu 4 Oktober 2017.

Example 300x600

Dari proses penjurian yang telah dilakukan oleh tiga dewan juri, film ‘Penjaga Tanah Budaya’ dari komunitas film B’ Production berhasil keluar sebagai juara umum dengan menyabet dua kategori yakni sebagai film terbaik dan skenario terbaik.

Menurut penuturan dari sutradara sekaligus penulis skenario film pariwisata ‘Penjaga Tanah Budaya’ Dilfiandi atau yang akrab disapa ‘Rabeg’ film ‘Penjaga Tanah Budaya’ diangkat berdasarkan mitos yang melekat di masyarakat sekitar kawasan pariwisata Bukit Batu Lawang yang terdapat di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.

“Kalau kita melihat secara keseluruhan film Penjaga Tanah Budaya, ada adegan perkelahian antara ‘Langga’ (karakter utama di film penjaga tanah budaya), dengan karakter lainnya yang menggambarkan perwujudan emosi dari si karakter utama. Adegan tersebut mengambil lokasi di kawasan wisata Batu Lawang.

Dimana berdasarkan mitos yang beredar bahwa di Batu Lawang itu terdapat mitos yang menyebutkan, siapa saja yang bertapa disana, akan mendapatkan pusaka. Dan dalam adegan tersebut ‘Langga’ akhirnya menang dan dapat mengalahkan emosinya dalam bentuk karakter lain dan berhasil mendapatkan sebuah pusaka dari pertapaan yang berhasil dilakukannya,” terangnya.

Atas apa yang sudah diraih, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembuatan film ‘Penjaga Tanah Budaya’ dari awal sampai akhir.

“Terimakasih atas dukungan dari semuanya. Kritik kami terus agar sampah-sampah yang ada di kepala kami, bisa kami olah lebih baik lagi,” ucapnya

Sebelumnya, pada Selasa 3 Oktober 2017, rangkaian acara dibuka dengan pemutaran trailer 10 film yang berhasil masuk nominasi yang dilanjutkan dengan pemutaran film ‘Golok – Lanang Wanten’ di studio 2 XXI  Cilegon dan di akhiri dengan acara diskusi film bersama sutradara ternama Riri Riza.
Dalam kesempatan tersebut Riri Riza yang akrab disapa Mas Riri, memberikan apresiasi atas pelaksanaan CSFF 2017.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Disparbud dalam hal ini Pemkot (Pemerintah Kota) Cilegon merupakan wujud nyata dalam mendorong perkembangan industri film lokal.

“Jarang pemerintah daerah yang bikin festival film. Sudah seharusnya pemerintah mendorong serta menyiapkan fasilitas untuk pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Riri, Selasa (3/10/17).

Sutradara dari sejumlah film layar lebar seperti Laskar Pelangi dan AADC (Ada Apa Dengan Cinta) 2 ini menyatakan, bahwa event CSFF 2017 merupakan salah satu upaya mengenalkan potensi pariwisata.

“Anak muda yang tadinya cuma nongkrong atau kongkow cuma di mall, lewat film ini jadi tahu ternyata di Cilegon ada pantai, bukit, atau pulau yang menarik untuk dikunjungi. Masyarakat jadi kenal daerahnya. Setelah kenal mereka menjadi sayang, menjadi cinta daerahnya, kemudian peduli dengan daerahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Cilegon Tb Heri Mardiana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan CSFF 2017 dilaksanakan sebagai upaya dalam menggali potensi ekonomi kreatif di Kota Cilegon.

“Proses pengembangan ekonomi kreatif butuh waktu panjang. Tidak bisa hanya dilakukan hanya oleh pemerintah tapi perlu sinergitas dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pelaku perfilman,” ucapnya.

Usai kegiatan di studio XXI Ramayana Cilegon, malam harinya digelar pemutaran 10 film nominasi peserta CSFF 2017 di 0254 Coffeeshop and Photography.

Para sineas muda dari Kota Cilegon Dan Provinsi Banten berkumpul bersama ketiga Dewan Juri yang terdiri dari Ita Sembiring (LA Indie Movie), Zezen Estu (Penulis Skenario TV Series), dan Gadis Delilah (Film Maker).

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Jaware Seni Kota Cilegon ‘Mameu Yai Uyat’, Sutradara Kremov Pictures ‘Darwin Mahesa’, Iman Imonk (Film Maker), Ahmad Faldi (Presiden Komunitas Teater Wonk Kite Cilegon), Amriy Ramadhan (Sutradara), dan Pengamat Seni Budaya Kota Cilegon ‘Rizal Arif Baihaqi’. (Baehaqi Rizal).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post