SERANG,(B1) – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang Matin Syarqowi menghimbau, kepada warga NU khususnya di Kota Serang, agar tidak berlebihan menyikapi puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri, Rabu (4/04/18).
Hal tersebut diungkapkan Matin Syarqowi, ditemui di Sekretariat Forum Bintang Sembilan di Kota Serang, Rabu (4/4/18).
“Mengimbau kepada warga NU agar tidak boleh berlebihan. Sebab kasus itu sudah masuk ranah hukum, berikan kepercayaan pada aparat penegak hukum,” kata Matin kepada awak media
saat ditemui di Sekretariat Forum Bintang Sembilan di Kota Serang.
Ia menuturkan, selaku warga NU, dirinya sangat menyesalkan isi dari puisi tersebut. Namun demikian, dirinya berharap ada klarifikasi dari pembuat puisi itu agar tidak salah persepsi di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami menyesalkan terhadap kata-kata itu. Kenapa adzan yang disandingkan dengan suara kidung, kenapa tidak yang lain. Tapi karena itu puisi, kita harus tabayun atau klarifikasi ke yang baca puisi, karena ini persoalan persepsi,” tuturnya.
Selain itu, ia juga berharap agar tidak ada oknum yang ‘menggoreng’ kasus tersebut yang dapat ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik atau golongan tertentu.
“Jangan dengan adanya isu itu, kemudian digoreng lagi, kita serahkan ke aparat hukum. Kalau sudah minta maaf, ya kita maafkan, kita hindari demo yang akhirnya jadi gorengan politik,” pungkasnya. (faiz).
























