SERANG, (B1) – Perayaan Hari Anti Korupsi Internasional tahun 2017 dirayakan dengan cara berbeda oleh pemuda Banten. Berbagai pertunjukan kreatifitas ditampilkan untuk merayakan HAKI.
Ketua IWO Provinsi Banten Teguh Mahardika mengatakan, bahwa momen perayaan hari anti korupsi internasional dijadikan wadah untuk para anak muda Banten menyuarakan deklarasi anti korupsi dengan cara berbeda.
“Hari ini kita sangat peduli, kita tidak ingin korupsi ada di Banten,” kata Teguh dalam sambutannya pada acara Deklarasi Generasi Anti Korupsi di Cafe Salbai 34 Venue, Sabtu (9/12/2017) malam.
Menurut wartawan senior Banten itu, Provinsi Banten saat ini butuh gerakan anti korupsi untuk menyadarkan seluruh elemen termasuk Pemerintahan di tanah jawara.
“Kari kita rapatkan barisan melakukan gerakan-gerakan melalui kesenian, melalui kreatifitas,” ujarnya.
Acara akan diisi dengan penampilan Ubrug Sentra Agata, Rambo Serang, Nakal Di Ranjang (NDR), Tongkat Kayu, dan grup band reggae Momonon yang di dalamnya disisipi acara Deklarasi Generasi Muda Anti Korupsi.
“Acara ini merupakan upaya kami untuk bersama memperingati HAKI. Sengaja kami menggandeng komunitas, seniman, dan band supaya ini (gerakan anti korupsi) tumbuh dalam kesadaran bersama dengan segmentasi anak muda,” katanya.
Dia menambahkan, praktek korupsi lebih kepada pengalaman sehari-hari masing-masing mengalami praktik korupsi. Misalnya musisi menghadapi fenomena pembajakan lagu, petani muda menghadapi persoalan tengkulak, dan sebagainya. (Baehaqi Rizal).
























