TIGARAKSA, (B1) – Sub Sub Receipant Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (SSR LKNU) Tangerang Raya, meminta Bupati Tangerang, segera keluarkan Peraturan Bupati tentang elminasi penyakit Tuberculosis (TBC). Pasalnya, untuk mencegah penularan TBC hingga pengucilan terhadap penederita TBC.
Hal itu disampaikan Deden Kurniadi koordinator SSR LKNU Tangerang Raya, usai Focus Group Discusion (FGD), Kamis (20/6/19)
Dijelaskan, rekomendasi nyata terkait eliminasi TBC di Kabupaten Tangerang melalui Peraturan Bupati (Perbup), tentang Tuberculosis harus segera disahkan oleh Bupati Tangerang. Dikarenakan penyakit TBC sangat krusial dan harus ditangani dengan serius, agar angka kematian dan penularan menurun dan masyarakat bebas dari TBC.
Menurutnya Civil Society Organization (CSO), sektor swasta, dan lintas stakeholder di level Kabupaten Tangerang harus bekerjasama, untuk mewujudkan kemitraan yang peduli terhadap masalah tuberculosis (TBC).
Pihaknya berupaya untuk mewujudkan gerakan peduli TBC, dapat dimulai dengan menelaah kembali, peraturan dan kebijakan TBC di Kabupaten Tangerang.
“Hal ini ditujukan agar penanggungjawab program TBC di kabupaten dapat merencanakan tindak lanjut peraturan dan kebijakan TBC di Tangerang. Juga untuk menjawab memastikan Tangerang di 2030 bebas dari TBC. Serta untuk membangun kemitraan agar terbentuknya Perbup tentang TBC.
Dikatakan, SSR LKNU Tangerang, melaksanakan kegiatan fokus grup diskusi, agar ada inovasi terbaik dalam penangan pasien TBC.
“Semoga Bupati Tangerang dapat menerbitkan perbup TBC. Karena penyakit TBC ini sangat krusial dan harus ditangani dengan serius. Dan kami akan terus mendorong agar Tangerang bebas dari TBC,” harapnya.
Nining Mularsih Penanggungjawab/wasor TBC NDinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mennjelaskan, pihaknya dibantu stakeholder sudah membuat Rencana Aksi Daerah (RAD).
“Kami sudah berdiskusi dan sudah membuat RAD. Tinggal Bupati Tangerang mengesahkan dalam Perbupnya,” tukasnya
Dokter Nova Handayani Penanggungjawab TBC Puskesmas Tigaraksa menyatakan, pihaknya mempunyai capaian kinerja dengan penyembuhan pasien TBC sebanyak 124 orang.
“Kami ada target untuk TBC sebanyak 124. Kami berharap perbup yang sudah disusun wasor atau PJ. TBC, cepat segera disahkan guna untuk penanganan lebih maksimal,” ucapnya.
Pipih Zulfarida penanggungjawab TBC puskesmas Balaraja, menyatakan mempunyai target 153 orang dalam setahun.
“Kami mendapat target 153. Sekarang baru 45 dari puskesmas Balaraja dan 40 dari klinik yang ada di Balaraja.” tukasnya. (Hmj).
























