Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PEMERINTAHANTANGERANG RAYA

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Beri Pelatihan Pengolahan Pangan di Kelurahan Karang Anyar

×

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Beri Pelatihan Pengolahan Pangan di Kelurahan Karang Anyar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang laksanakan Pelatihan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Pelatihan dilaksanakan di aula kelurahan, pada Rabu, 23 September 2026.

Example 300x600

Kabid Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (K2KP) pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Ibu Lisnah menjelaskan, pelatihan kali ini pesertanya sebagian besar adalah pelaku UMKM, Kader PKK dan juga warga.

Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Karang Anyar karena merupakan usulan saat Musrenbang.

“Alhamdulillah tahun ini, dari usulan Musrenbang masuk di Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, salah satunya yaitu dari Kelurahan Karang Anyar, gitu. Dan ini merupakan usulan masyarakat juga, dimana masyarakat membutuhkan kegiatan pelatihan pangan seperti ini. Contohnya pangan-pangan yang memang diolah untuk makanan-makanan frozen yang bisa dijual dan juga tahan lama. Jadi, kegiatan ini dilaksanakan juga dengan mengundang chef yang akan memberikan pelatihannya, termasuk demo masak,” terang Kabid.

Dijelaskan, pelatihan dibutuhkan untuk menambah pengetahuan. Selain itu juga memperkaya ilmu tentang bagaimana cara mengolah pangan berbasis sumber daya lokal.

Sebab di Kota Tangerang pengembangan ketahanan pangan dengan berbasis sumber daya lokal sangat menjanjikan. Beberapa wilayah, seperti kelurahan Karang Anyar ada lahan yang potensi jadi model ketahanan pangan.

Dinas Ketahanan Pangan salah satu tupoksinya yaknj memberikan sosialisasi tentang pangan lokal terkait Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman, atau B2SA dan sedang digalakkan sesuai program BAPANAS.

Kabid keanekaragaman konsumsi dan keamanan pangan (K2KP) Ibu Lisnah mencoba hasil peserta pelatihan.

Harapannya makanan-makanan yang diolah ke masyarakat nantinya dapat berbasis sumber daya pangan lokal. Contohnya dengan tidak menggunakan tepung, tapi menggunakan bahan dasarnya yakni tepung mocaf atau tepung yang berbasis bahan dasarnya itu singkong, talas beneng atau tepung sukun produksi Pandeglang, Banten.

“Jadi, kita pengin tuh masyarakat Kota Tangerang juga paham. Gluten free itu kan lebih sehat bagi tubuh manusia, sehingga dapat memperpanjang harapan usia,” tandasnya.

Diungkapkan, Dinas Ketapang Kota Tangerang terus selama ini terus melakukan sosialisai terkait ketahanan pangan ke berbagai kalangan masyarakat. Termasuk pula ke sekolah-sekolah. Nama programanya adalah B2SA Goes to School.

B2SA Goes to School memberikan sosialisasi kepada anak-anak sekolah sedini mungkin, terkait pangan lokal. Tujuannya agar anak-anak sejak dini paham dengan kandungan gizi yang dimakan.

“Kami sosialisasi juga ke kader posyandu, PKK, komite sekolah KWT, dan lainnya. Kalau sekolah sudah 30 sekolah, semoga bisa mencapai 100 sekolah,” pungkasnya.

Sementara Lurah Karang Anyar M. Thohirudin menyambut baik kegiatan pelatihan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan di tempatnya. Ia berharap pelatihan yang diberikan mampu menambah ketrampilan warganya.

“Alhamdulillah, kelurahan karang anyar jadi lokasi pelatihan dari Dinas Ketahanan Pangan. Semoga dapat bermanfaat bagi peserta yang mengikuti. Dengan harapan menambah skill sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan menambah perputaran ekonomi di wilayah,” ucapnya. (Adv).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post