TANGERANG, (B1) – Bantuan sosial (bansos) di Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, diduga terjadi pungutan terhadap sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa warga penerima bantuan mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp20 ribu saat mengambil undangan bansos. Bantuan yang diterima berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang disebut berasal dari program pemerintah melalui Bulog dan Dinas Sosial.
Salah satu warga yang menjadi korban dugaan pungli, Rudi (Nama disamarkan) mengungkapkan, warga terlebih dahulu dipanggil oleh oknum RT untuk mengambil undangan bantuan. Namun dalam proses tersebut, warga mengaku diduga diminta memberikan sejumlah uang dengan alasan tertentu.
“Diduga meminta uang Rp 20 ribu dengan alasan kalau tidak memberi, undangan tidak diberikan. Akhirnya banyak KPM memberikan sesuai yang diminta,” ujar Rudi kepada wartawan.
Warga mengaku merasa terpaksa memberikan uang tersebut karena khawatir bantuan yang menjadi hak mereka tidak bisa diterima apabila tidak memenuhi permintaan tersebut.
Akibat praktik dugaan pungli itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena bantuan pemerintah semestinya diterima secara utuh tanpa pungutan dalam bentuk apa pun.
“Kalau memang bantuan dari pemerintah, kenapa harus ada biaya? Bukankah itu sama saja pungli?” tambahnya.
Selain dugaan pungli, warga juga mempertanyakan mekanisme distribusi bantuan yang disebut-sebut kerap dilakukan di rumah kepala desa, bukan di kantor desa atau tempat pelayanan publik yang lebih terbuka dan mudah diawasi masyarakat.
“Setiap ada bantuan dari pemerintah selalu turun ke rumah kepala desa,” tambah Rudi.
Atas kejadian tersebut, warga berharap pihak Kecamatan Pakuhaji, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum segera turun melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan ada atau tidaknya pungutan terhadap penerima bantuan sosial tersebut
Masyarakat juga meminta aparat tidak hanya melakukan klarifikasi administratif, tetapi turut menelusuri kemungkinan adanya praktik pungutan yang dilakukan secara berulang dalam setiap penyaluran bantuan sosial.
“Kami berharap ada tindakan tegas jika memang terbukti ada pungutan terhadap warga penerima bansos,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kiara Payung, Mudarip, coba dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait informasi yang beredar.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Desa Kiara Payung. (cj/jk/way).
