TANGERANG, (B1) – Pelayanan Rumah Sakit (RS) Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang dikeluhkan keluarga pasien.
Heri, orangtua pasien anak atas nama Arkana Rizki beralamat di RT 01 RW 09, Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh curhat kepada sanak keluarga.
Awalnya, pada Kamis (14/11/25), tepatnya sekira pukul 16.00 WIB, Heri membawa anaknya yang mengalami demam ke RS Sari Asih Cipondoh. Sesampainya disana, petugas poli anak langsung melakukan pengecekan medis dan menyatakan kalau pasien anak tersebut mengalami campak.
“Kata petugas periksa, dokternya sudah pulang dan tidak kebagian kamar rawat inap khusus campak, kamarnya penuh. Saat itu kami disarankan menunggu sampai jam 21.00 WIB. Itu pun belum pasti ada tersedia kamar yang diinginkan untuk merawat pasien lebih intensif,” cerita Heri ke Pamannya Wilki.
Wilki kemudian melanjutkan kronologis, akhirnya pasien yang masih dalam kondisi tak sehat itu, terpaksa dibawa pulang oleh keluarga.
Yang membuat sang ayah terpukul dan cukup bersedih, menurut Wilki, isteri sekaligus ibu pasien telah meninggal dunia. Wajar bila paman langsung menyampaikan keluh kesah kepada kolega rekan media, sebab keponakannya kini adalah seorang yatim.
“Karena merasa ragu dengan informasi yang diberikan oleh pihak RS, akhirnya terpaksa pasien dibawa pulang oleh keluarga. Sementara untuk berjaga-jaga pasien di berikan obat dari pihak RS dan dianjurkan kalau terjadi kegawat daruratan pasien langsung dibawa saja ke IGD rumah sakit Sari Asih,” ucap pria yang akrab disapa Qinoy ini.
“Pas usia dia 40 hari ibunya meninggal dunia di RS Sari Asih juga, jadi bapaknya agak keinget juga kan. Dan sekarang ya dirawat dirumah seadanya,” terangnya, Jumat (14/11/25).
Oleh karenanya, Wilki sangat menyayangkan atas pelayanan tersebut. Apalagi, pasien merupakan warga Copondoh Makmur, yang notabenenya berada tak jauh dari kawasan RS itu.
“Yang saya kecewa itu, kan ponakan ane itu warga Cipondoh Makmur. Kita dulu kan berharap ada rumah sakit deket, setidaknya kami bisa dapat pelayanan optimal. Saya mau ngomong nanti sama para tokoh dilingkungan, biar ini jadi masukan lah, dan jangan dianggap nyinyir,” ucapnya, sedikit kesal.
Qinoy berharap, ke depan RS Sari Asih Cipondoh dapat memaksimalkan pelayanan dan mengoptimalkan kelengkapan untuk mencakup seluruh kebutuhan medis yang dibutuhkan warga masyarakat.
“Masa sih bener-bener sampai ga ada kamar,” keluhnya. (cj/ki).
























