TIGARAKSA, (B1) – Polemik dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berakibat belum terpenuhinya gaji guru, fasilitas ruang kelas yang sudah tak layak hingga KBM murid yang terlantar.
Kini, persoalan tersebut semakin diperparah dengan beredarnya rekaman yang diduga suara Kepala SMK Al-Anshor Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Meminta pungutan biaya ujian hingga mencapai Rp 3,5 juta per siswa.
Rekaman suara itu diduga terjadi saat Kepala SMK Al-Ansor, Nursin, mengadakan rapat dadakan dengan para orang tua siswa di rumah salah satu orang tua siswa SMK tersebut.
Dalam isi rekamannya, Suara yang diduga Nursin tersebut meminta pungutan biaya ujian Rp 3,5 juta kepada para orang tua siswa yang hadir. dengan perincian sebagai berikut:
1. Foto Ijazah : Rp 150.000
2. Penyusunan Data Ujian Semester : Rp 250.000
3. Bimbel : Rp 150.000
4. Try Out 1 : Rp 200.000
5. Try Out 2 : Rp 200.000
6. Ujian Kompetensi : Rp 500.000
7. Bimbel Ujian Kompetensi : Rp 150.000
8. Ujian Akhir : Rp 1.850.000.
Dalam percakapan suara tersebut, salah satu orang tua siswa mengeluhkan proses belajar mengajar di SMK Al-Anshor yang menurutnya sudah tidak rasional.
“Kalau anak-anak rajin belajar, ruang kelas nyaman, anak tidak disuruh belajar di rumah, bayarnya bisa kami usahakan. Tapi kalau dipatok segini jelas memberatkan,” ujarnya.
Salah seorang siswa juga menanyakan isu pemberitaan yang beredar terkait dugaan penyelewangan dana BOS dan para guru yang belum digaji sampai lebih dari satu tahun.
Menjawab hal tersebut, Nursin berkilah bahwa tidak ada penyelewengan dan BOS. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada guru yang belum dibayarkan haknya.
Nursin pun meminta kepada para siswa tidak ikut campur persoalan internal sekolah. Tetapi memikirkan bagaimana bisa lulus dan mendapat ijazah.
“Soal penyelewangan dana BOS gak ada itu, Bapak udah ke dinas, lagi di investigasi, jujur aja. Kalian gak perlu tahu, yang penting kalian mah lulus sekolah dapat ijazah,” tegas Nursin dalam rekaman.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMK Al-Anshor, Nursin belum bisa memberikan jawaban saat dihubungi redaksi.
Dimintai tanggapan, Kepala KCD Kabupaten Tangerang, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Ahmad Suheri mengaku belum menerima laporan langsung soal dugaan penyelewengan dana BOS, dan pungutan biaya ujian di SMK Al-Anshor Cirarab.
“Kami belum mendapatkan laporannya, jika benar kami akan selidiki dan akan memanggil yang berwenang,” katanya, akhir pekan kemarin. (way).
























