JAKARTA, (B1) – Lima anggota DPR RI dipastikan tidak bakal lagi mengantor di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Hal itu lantaran kelimanya telah resmi dinonaktifkan oleh partainya masing-masing imbas tuntutan rakyat.
Kelima politisi senayan yang dinonaktifkan itu adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach asal Partai Nasdem, Eko Patrio dan Uya Kuya asal Partai PAN dan Adies Kadir asal Partai Golkar.
Kelimanya di non aktifkan berdasarkan surat keputusan dari masing DPP Partai yang ditanda tangani langsung oleh Ketua DPP dan Sekjen nya. Penonaktifan kelimanya disinyalir lantaran tuntutan dari masyarakat yang telah melakukan aksi hingga beberapa hari di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Penonaktifan anggota DPR RI Adies Kadir disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji. Sementara Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio dan Uya Kuya, dinonaktifkan setelah keluaranya surat penonaktifan dari DPP Partainya.
“Melihat situasi dan kondisi terkini, DPP Partai Golkar memutuskan untuk menonaktifkan saudara Adies Kadir dari anggota DPR RI,” ujar Sarmuji, dikutip dari salah satu siaran televisi nasional, Minggu, (31/8/25).
Sebelumnya rumah tiga politisi Ahmad Sahroni, Uya Kuya dan Eko Patrio tersebut disatroni oleh ratusan orang tak dikenal. Kelompok orang tersebut melakukan pengerusakan, penjarahan hingga vandalisme.
Ketiganya juga menjadi sorotan masyarakat lantaran ketiganya viral berjoget saat sidang tahunan MPR RI. Lantaran aksinya itu menimbulkan banyak persepsi berbeda dari masyarakat. (way).
