TIGARAKSA, (B1) – Pemerintah Kabupaten, Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur di 86 titik sepanjang tahun 2025. Pembangunan tersebut diantaranya adalah pada 73 ruas jalan dan 13 jembatan yang berada di 29 kecamatan.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menerangkan, pengerjaan proyek difokuskan pada pemeliharaan jalan rusak berat serta pembangunan jembatan baru demi menunjang konektivitas wilayah.
“DBMSDA fokus pada peningkatan akses jalan dan jembatan. Total ada 86 titik pembangunan yang terdapat di semua wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Iwan.
Diterangkannya, proyek infrastruktur DBMSDA akan menggunakan metode konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga enam bulan. Karena tentunya akan sangat tergantung pula pada cuaca dan kondisi lapangan.
“Jika tak ada halangan cuaca atau teknis, pengerjaan dapat selesai bisa lebih cepat,” terangnya.
Iwan menyatakan, semua pengerjaan proyek dilakukan dengan standar kualitas tinggi, dan diawasi ketat agar hasilnya tahan lama. Tak ketinggalan dapat memberikan manfaat maksimal pada masyarakat.
“Harapannya tentu, semua pembangunan yang dilakukan dapat berjalan lancar dan segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tandasnya.
Salah satu jalan yang mendapatkan perbaikan dari Pemkab Tangerang yaitu Jalan Jati Gintung–Cituis di Kecamatan Sukadiri. Proyek ini pun mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung proyek perbaikan ini dengan didampingi langsung oleh Kepala DBMSDA Iwan Firmansyah beserta jajaran.
Menurut Bupati, perbaikan jalan yang dimulai sejak 9 April 2025 ini, penting karena merupakan akses utama masyarakat.
“Alhamdulillah, perbaikan sudah berjalan. Kami mohon maaf jika ada ketidaknyamanan selama pengerjaan. Targetnya selesai dalam 120 hari kalender,” ucap Bupati.
Namun demikian, Bupati tetap memberi apresiasi atas masukan dari warga terkait kondisi jalan, dengan berharap perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Kepala DBMSDA Iwan menambahkan, proyek di Sukadiri salah satunya meliputi perbaikan jalan sepanjang 185 meter dengan lebar 7 meter. Proyek ini juga mencakup pembangunan tembok penahan tanah (TPT) untuk mencegah kerusakan akibat kondisi alam sekitar.
“Pengerjaan mengikuti standar teknis agar hasilnya tahan lama dan bisa mengurai kemacetan,” yakinnya.
Salah satu warga dekat pembangunan, Ade tentu saja senang dengan adanya proyek perbaikan dan pembangunan infrastruktur.
“Terima kasih kepada Pak Bupati atas perhatian dan gerak cepat yang dilakukan DBMSDA Kabupaten Tamgerang. Semoga pembangunannya lancar dan cepat selesai,” harapnya.
Usai meninjau jalan di Sukadiri, Bupati Maesyal dan rombongan melanjutkan pengecekan ke Jembatan Kalibaru di wilayah Kecamatan Teluknaga. Rencananya, jembatan ini akan diperluas menjadi dua jalur untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas. (Adv).
