Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaNASIONALUncategorized

Haji 2025, Itjen Kemenag Susun Mitigasi Risiko Layanan Armuzna

×

Haji 2025, Itjen Kemenag Susun Mitigasi Risiko Layanan Armuzna

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA, (B1) — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) telah menyusun hasil identifikasi risiko dan mitigasi layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini diserahkan Plt. Inspektur Jenderal Kemanag, Faisal Ali Hasyim, kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (11/4/25).

Example 300x600

Laporan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Agama agar Inspektorat Jenderal (Itjen) mengambil langkah antisipatif terhadap berbagai potensi risiko saat puncak penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi tahun 2025.

Menteri Agama megapresiasi kerja keras Itjen dalam menyusun peta risiko dan langkah mitigasi secara komprehensif.

“Saya menyambut baik laporan ini. Kerja Itjen dalam memetakan mulai dari risiko, penyebab, dampak, hingga mitigasinya adalah bentuk kesiapan yang luar biasa. Ini akan menjadi acuan penting dalam menyukseskan puncak layanan haji,” ujar Menag.

Ia menegaskan bahwa potensi risiko dalam puncak haji tidak boleh dianggap remeh, dan seluruhnya harus dimitigasi dengan baik agar tidak terjadi, atau jika terjadi, tidak menimbulkan dampak yang signifikan.

“Apalagi menyangkut pelaksanaan murur (mabit dengan melintas di Muzdalfah, – red), ini bagian penting dalam optimalisasi layanan jemaah haji. Maka perhatian terhadap kaidah syariah juga harus menjadi prioritas,” jelas Menag Nasaruddin.

Plt. Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim menambahkan, penyerahan laporan ini adalah bentuk tanggung jawab dalam mengawal penyelenggaraan haji.

“Mitigasi risiko layanan Armuzna ini kami siapkan sebagai langkah preventif terhadap potensi masalah yang dapat menghambat kelancaran ibadah jemaah,” jelas Faisal.

Dikatakan, pengawasan haji tahun ini dilakukan berbasis risiko, dengan tujuan akhir adalah meningkatkan kepuasan jemaah haji Indonesia.

“Ukuran sukses haji tetap merujuk pada Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) yang diukur oleh BPS. Maka pengawasan kami pun diarahkan untuk memberi dampak pada meningkatnya kepuasan tersebut,” paparnya.

Penyerahan laporan ini turut disaksikan Inspektur I Itjen Kemenag, serta Koordinator Staf Khusus Menteri Agama. Ini sekaligus menandai komitmen bersama dalam menghadirkan layanan haji yang berkualitas, aman, dan berintegritas. (les).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post