Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAOPINISekitarUncategorized

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Sebuah Solusi atau Halusinasi

×

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Sebuah Solusi atau Halusinasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Oleh: Akbar Mujadid Nusantara

Example 300x600

Pada Senin (17/2/2025), Sejumlah mahasiswa yang tergabung di aliansi BEM-SI ( Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia) menggelar aksi demonstrasi di kawasan patung kuda Arjuna, Jakarta Pusat. Aksi demontrasi ini di gelar atas keresahan para mahasiswa yang tertuang dalam 13 tuntutan yang mendasari aksi demonstrasi dengan tajub Aksi Demonstrasi Indonesia Gelap,

“Kami menyoroti berbagai permasalahan yang mengancam hak-hak masyarakat mulai dari pendidikan, agraria hingga kebijakan ekonomi dan politik yang timpang,” kata Bagas Jenderal Lapangan aksi, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin, (17/2/2025).

Dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, aksi demonstrasi mahasiswa ikut ambil peran dalam perkembangan Indonesia seperti pada halnya zaman presiden Soekarno pada tahun 1965, yang mana mahasiswa yang tergabung KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) menuntut tiga tuntutan rakyat yang menjadi TRITURA.

Selanjutnya era kepemimpinan Soeharto yang mana juga terjadi aksi demonstrasi besar-besaran dari para mahasiswa pada tahun 1998 yang menuntut agar presiden Soeharto turun dari jabatannya menyusul karena terjadinya inflasi yang besar dan maraknya terjadi Praktik KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), dan hingga sekarang aksi demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dengan tajub Indonesia Gelap menjadi penambah catatan sejarah dalam Aksi Demonstrasi Mahasiswa.

Aksi Demonstrasi mahasiswa adalah suatu ciri khas dalam negara demokrasi yang mana merupakan hak setiap warga negara dalam menyampaikan aspirasinya, tetapi apakah aksi yang dilakukan mahasiswa adalah sebuah Solusi atau hanya sekadar halusinasi ?.

Perlu diketahui bahwa dalam menjalankan aksi demonstrasi ada substansi yang perlu ada dalam aksi tersebut seperti jumlah massa, gagasan yang dibawa, dan tersampaikannya gagasan tersebut ke pihak terkait.

Dan perlu juga diketahui perlu dukungan dari pihak masyarakat dalam menjalakan sebuah aksi demonstrasi yang mana bertujuan untuk membuktikan ke pihak pemerintah bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan tersebut mewakili aspirasi rakyat, tidak adanya dukungan dari rakyat bukan hanya berpengaruh terhadap respon pemerintah tetapi juga dapat respon negatif berupa penolakan dari rakyat.

“Mahasiswa tidak bisa dipercaya, demo setelah urusan perut mereka terasa terancam (KIP kuliah dan mahasiswa)” ujar @kipyiksamgong di platform sosial media X, sabtu (22/2/2025).

Jika melihat Kembali aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini, hal ini menunjukkan tingginya rasa kepedulian terhadap negara dan rakyat serta nalar kritis mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

Banyak juga dinamika yang di alami selama aksi tersebut seperti kurangnya dukungan masyarakat, dan banyak juga dari kalangan mahasiswa yang hanya sekadar mengikuti aksi demonstrasi yang mana mengakibatkan hilangnya nilai-nilai substansial dari aksi tersebut.

Sehingga dapat mengurangi koordinasi di lapangan dan dapat berujung kerusuhan antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Dalam menyikapi ini perlu kajian yang mendalam dan menyeluruh kepada seluruh mahasiswa sebelum mengikuti aksi tersebut.

“Banyak mahasiswa yang turun kejalan hanya sekedar turun tanpa mengetahui tujuan aksi tersebut, dan hal ini dapat diatasi dengan membuat konsolidasi dan kajian secara mendalam ke seluruh elemen mahasiswa, mau dia ikut aksi atau tidak, agar tercapainya tujuan hakiki dari aksi tersebut” ucap Marchelino Habibi Kuswara, seorang aktivis kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam menanggapi mengapa bisa terjadinya kerusuhan di dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Dengan menjalankan kajian yang mendalam dan koordinasi yang bagus aksi demonstrasi yang dilakukan dapat memperbaiki citra aksi demonstrasi mahasiswa ke mata rakyat yang belakangan juga memandang negatif hal tersebut dan merasa tidak terwakili dengan dilakukan nya aksi tersebut.

Ada beberapa faktor eksternal yang membuat masyarakat skeptis akan aksi demonstrasi mahasiswa yaitu adanya buzzer yang menjadi proyek beberapa oknum untuk menepis beberapa tuntutan mahasiswa.

Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sekarang harus lebih melek terhadap sosial media yang mana bukan hanya turun ke jalan tetapi ikut juga membuat pengaruh di sosial media.

Dengan aksi demonstrasi yang sesuai dengan nilai-nilai nya dapat diharapkan tersampai nya aspirasi rakyat melalui mahasiswa agar aksi yang dilaksanakan bukan sebagai sebuah halusinasi, tetapi menjadi sebuah solusi untuk ke depanya untuk menjawab segala permasalahan yang ada di masyarakat. Harapannya juga Pemerintah lebih melek terhadap aksi yang dilakukan sebagai penyambung lidah rakyat. (**).

Biodata Penulis:

– Mahasiswa Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post