LEBAK, (B1) – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN berkolaborasi dalam kegiatan Arneyva untuk meningkatkan kesadaran siswa/i akan upaya mitigasi bencana di SDN 03 Panggarangan, akhir pekan kemarin.
Arneyva diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti samudera lautan, di mana dari kegiatan ini diharapkan seperti nama yang tertulis yaitu siswa/i dapat menjadi agen komunikasi untuk menyebarkan pengetahuan terkait dengan mitigasi kebencanaan pada lingkungan sekitarnya secara luas layaknya samudera lautan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i SDN 03 Panggarangan sigap dan berani dalam menghadapi masa-masa darurat kebencanaan.
Rangkaian kegiatan Arneyva terdiri dari sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah disertai dengan simulasi kecil dan permainan board game yang berkaitan seputar mitigasi bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i kelas 4-6 SDN 03 Panggarangan dihadiri oleh Rini Sumarni, S.Pd selaku guru SDN 03 Panggarangan. Serta dihadiri oleh narasumber yaitu Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan juga Ulung Dinarja yang merupakan bagian dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS).
Kegiatan Arnyeva dilaksanakan untuk meningkatkan dan juga memberikan pembekalan kepada siswa/i khususnya di SDN 03 Panggarangan dalam menghadapi adanya potensi bahaya gempa bumi dan tsunami yang terjadi.
“Semoga dari event ini siswa/i bisa mendapatkan pengetahuan terkait mitigasi lebih lanjut agar bisa
menginfokan kepada keluarga di rumah” ujar Rini.
Dikatakannya, pengetahuan yang diberikan oleh UMN diharapkan bisa diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat.
Selanjutnya, sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah disampaikan oleh Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan Ulung Dinarja dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Pada bagian ini, siswa/i diperkenalkan terkait bencana alam gempa bumi dan tsunami serta penyebabnya. Dilanjutkan, dengan tindakan yang dilakukan mengenai peta jalur evakuasi sekolah dan titik kumpul.
Usai sosialisasi, dilanjutkan dengan praktik langsung berbentuk simulasi kecil diawali dengan siswa/i melakukan drop, cover, hold dan berkumpul di titik kumpul yang berada di lapangan tengah sekolah.
Kemudian kembali ke dalam ruangan untuk melakukan permainan board game yang merupakan rangkaian kegiatan akhir dari kegiatan Arneyva. Permainan board game berbentuk ular tangga dibuat untuk melakukan tes terhadap anak-anak akan informasi yang telah mereka dapatkan sebelumnya.
Pada akhirnya sosialisasi dan permainan board game dapat menjadi bekal bagi siswa/i SDN 03 Panggarangan terkait mitigasi kebencanaan. (cj/sm/co).
























