BANDUNG, (B1) – Sebagai penyintas stroke yang sempat tak bisa jalan karena kaki kiri lemas dan kaku, ternyata saya masih mendapat kesempatan mendongeng lagi.
Ini kesempatan emas bagi saya.
Kali ini, saya mendongeng di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sukamulya, kelurahan Sukamukya, kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Minggu (16/7/23).
Dihadapan puluhan anak-anak PAUD dan SD binaan PKBM Sukamulya tersebut, saya membawakan dongeng “Burung Bangau yang Serakah”.
Nilai moral dalam dongeng ini mengingatkan anak-anak agar hidup sederhana, tidak berlebihan dan selalu bersyukur dengan rezeki pemberian Tuhan, baik rezeki dalam jumlah yang sedikit mapun banyak, baik rezeki kecil maupun besar.
Sebelum mendongeng, saya mengajak mereka bersama-sama menyanyikan lagu “Aku Suka Dongeng” yang saya ciptaan sendiri.
Anak-anak senang sekali menyanyikan lagu tersebut. Suasana semakin hangat, meriah dan seru karena ketika mereka menyanyikan lagu tersebut sambil tepuk tangan dengan penuh semangat dan antusias.
Jujur saja, sebagai penyintas stroke saya tak mau diam membeku dan tak mau menyendiri meratapi penyakit yang saya derita. Saya harus tetap aktif dan bahkan kreatif. Salah satunya dengan mendongeng.
Aktivitas mendongeng tentu saja membuat diri saya bahagia dan jiwa sata terasa plong (lega). Saya yakin ini bisa menjadi semacam terapi penyembuhan penyakit saya.
Karena itu, agar saya selalu bahagia dan bisa sejenak melupakan penyakit, saya sangat membutuhkan ruang dan audience untuk mendongeng.
Saya harus bisa menciptakan ruang tersebut secara kreatif. Misalnya dengan membuka jejaring.
Untuk diketahui, Pkbm Sukamulya ini dikomandoi oleh Ibu Bonih, seorang tokoh literasi Kota Bandung yang sangat mumpuni.
Beliau juga seorang tokoh yang menginisiasi terbebtuknya Kampung Literasi di kecamatan Cinambo.
Berkat ketokohannya ini, ibu Nonih bisa duduk satu meja sebagai narasumber dengan menparekraf Sandiaga Uno. (den disa).
























