TANGERANG, (B1) – Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, rahmat serta kasih sayang dari Allah SWT. Diwajibkan kepada seluruh orang Islam yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tujuannya agar menjadi orang-orang yang bertakwa.
Ibadah puasa memiliki banyak keutamaan baik untuk diri sendiri maupun hubungan sesama manusia maupun hubungan dengan Allah SWT. Hikmah menjalankan ibadah puasa berkaitan erat dengan amalan puasa yang dijalani, bahkan tidak terbatas hanya dengan menahan lapar dan dahaga, namun berkaitan pula dengan menjalankan amalan ibadah puasa Ramadhan lainnya, seperti tadarusan , itikaf, membaca Al-Qur’an,
Demikian disampaikan Masdar seorang pemuda RW 05, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci.
Ia mengatakan, bulan Ramadhan bukan saja hanya ibadah puasa yang dilaksanakan tetapi harus bisa menjaga diri sendiri.
“Terutama para pemuda yang berada di RW 05 ini. Banyak hal yang bisa kita hindari, seperti tawuran jangan sampai terjadi di wilayah kita. Maka dari itu kepada para pemuda harus benar-benar saling mengingatkan. Karena apabila terjadi tawuran, selain merugikan diri sendiri juga keluarga malu. Untuk menghindari semua ini kami pemuda RW05 Kelurahan Cimone, selalu berkomunikasi serta melakukan pemantauan wilayah,” ujarnua, Sabtu, (1/4/23).
Perlu dipahami bersama, dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, harus patuh saat waktu sahur dan buka. Tak lupa pererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Pada bulan suci Ramadhan ini, rasa persaudaraan sesama muslim, tampak sangat jelas. Silaturahmi antar sesama semakin ditingkatkan.
” Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Akan tetapi, jika tujuannya gagal maka puasa tidak memiliki arti apa-apa. Dengan demikian kita menjadi terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala amal ibadah, termasuk kegiatan rutin yang kita jalani sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing untuk menghasilkan kinerja yang baik,” terangnya.
Bahkan berpuasa di bulan suci Ramdhan lanjut Masdar, akan bernilai sempurna dan tidak sia-sia, apabila selain menahan lapar dan haus juga, mampu menghindari godaan serta keharaman atas mata, telinga, perkataan juga perbuatan.
“Dengan demikian kita harus menjalankannya pada kehidupan keseharian dimanapun,” ucapnya. (darjo).
