BANDUNG, (B1) – Disela-sela Rapat Kerja Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) 1 Wilayah Jakarta-Banten, empat Perguruan Tinggi di Tangerang berkumpul dan bersepakat merealisasikan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka.
Dr. Qustulani, MA.Hum Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang menjelaskan, terdapat empat kampus, yaitu STISNU Nusantara, STAI Asyukriyah, STAI Bina Madani, dan Institut Darul Qur’an (iDAQU) bersepakat melaksanakan program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka secara bersama dan kolaboratif untuk pembangunan daerah.
“Kita sepakat realisasikan program merdeka belajar_kampus merdeka untuk menunjang mutu akademik dan mahasiswa,” ujar pria yang disapa Gus Fani, Kamis, (2/3/23).
Hal ini diamini oleh Ketua STAI AsSyukriyyah, Dr. Evan Hamzah yang menyatakan bahwa, wujud dari kegiatan ini adalah akan ada tukar menukar dosen penguji ujian skripsi mahasiswa, penelitian dosen bersama, program kuliah kerja nyata (KKN), dan lain sebagainya.
“Kita kolaborasi antar kampus yang manfaatnya bisa ditujukan untuk masyarakat,” terangnya.
Dr. Suja’i selaku Ketua STAI Bina Madani menambahkan, program ini (MBKM) tidak hanya pada usaha penguatan akademik, melainkan juga disepakatinya kolaborasi akademik dalam pembangunan daerah. Seemisal KKN kontributif untuk pembangunan sumberdaya manusia, seperti kampung hidroponik, kampung sehat, penguatan nilai nilai akhlakul karimah dan lainnya.
“KKN bersama ini nantinya kita asosiasikan dengan program pemerintah daerah, di mana harapannya mahasiswa menjadi kader penggerak kemajuan daerah,” jelasnya.
Tidak hanya itu, M. Anwar Sani selaku Rektor Institut Darul Qur’an (iDAQU) menambahkan, ke depan kesepakatan ini bisa ditingkatkan memalui program kuliah magang bersama di luar negeri. Seperti di Jepang, Malaysia, Korea, dan Australia.
Namun, sebelumnya mahasiswa kita, harus dibekali sesuai kebutuhan perusahaan penerima magang mahasiswa,” tandasnya.
Acara diskusi ditutup dengan photo bersama. Dan akan ditindaklanjuti dengan penandatangan diantara para pihak setelah agenda rapat kerja Kopertais. (cj/gf).























