TANGERANG, (B1) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebagai pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi. Serta momentum penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah ke Islaman.
Demikian disampaikan Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes pimpinan Ustd Anta di Wilayah RW 06.
“Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi penyemangat untuk menyatukan semangat dan gairah keislaman. Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW salah satu hikmahnya adalah mempertebal kecintaan umat kepada nabi,” ucapnya.
Dikatakan, peringatan Maulid Nabi SAW hukumnya adalah mubah, sehingga sifatnya tidak wajib tetapi akan berpahala jika dilakukan.
Perintah Allah SWT melaui Al-quran telah menyampaikan bahwa, umat Islam hendaknya senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW yang terdapat dalam Surat al-Ahzab 33:56 yang artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” kutipnya.
Untuk itu, lanjutnya, harus bisa meningkatkan rasa syukur, karena atas kehadiran Rasulullah SAW dapat menjadi tauladan bagi seluruh umat.
“Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan bagi umat Islam khususnya dan umat dunia umumnya dalam berperilaku. Sebagaimana yang telah Rasululullah contohkan semasa hidup,” (darjo).
