CILEGON, (B1) – Polres Cilegon, respon cepat adanya video viral di medsos diduga tawuran antar Pelajar yang membawa senjata tajam di Jalan Kembar Depan Kawasan Pergudangan CM, Kota Cilegon, kemarin.
“Betul dengan adanya Informasi di Media Sosial yang teridentifikasi terjadi sekitar Pukul 17.00 Wib, bahwa terdapat dugaan peristiwa tawuran antar pelajar yang mana kami informasikan bahwa Polres Cilegon Polda Banten bergerak cepat telah mengamankan 4 pelajaran yang diduga terlibat tawuran,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Mochamad Nandar, Sabtu, (18/11/22).
Nandar menjelaskan dari kejadian tersebut pihaknya berhasil mengamankan empat pelajar. Dari ke empat yang berhasil diamankan ada yang masih dibawah umur dan satu sudah tidak sekolah lagi.
“Inisial IR (15) pelajar SMK Warga Kelurahan Jombang, AR (17) Pelajar SMK warga Kelurahan Kotabumi, SN (16) Pelajar SMP warga Kelurahan Panggungrawi Kecamatan Jombang Kota Cilegon dan MR (16) tidak sekolah atau belum bekerja warga Kelurahan Cibeber Kota Cilegon,” terangnya.
Nandar menjelaskan. dari hasil penangkapan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan beberapa barang bukti,
“Sampai saat ini barang bukti yang berhasil kita amankan adalah satu buah senjata tajam jenis Celurit. Keempat orang diduga pelaku atau terlibat tawuran tersebut benar dan mengakui terlibat dalam vidio tawuran yang sedang viral, dan Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten terus mengembangkan Kejadian ini,” jelasnya.
Nandar menerangkan motif dari para pelaku. Awalnya adanya penghapus coretan di dinding, sehingga terjadilah perselisihan mengakibatkan tawuran antar pelajar tersebut.
Terakhir Nandar menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga dan memantau putra dan putri agar tidak terjadi hal tersebut.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Kota Cilegon yang memiliki putra dan putri agar terus memantau aktivitas anak ketika pulang sekolah. Apabila terjadi seperti ini yang dirugikan tidak hanya sekolah tetapi nama baik keluarga. Perlu diketahui bahwasanya Polres Cilegon, juga sudah melakukan sosialisasi antisipasi tawuran antar pelajar di sekolah tersebut,” tukasnya. (hum/sus).
