Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAHUKRIMUncategorized

Satresnarkoba Polres Cilegon Tangkap Pengedar Obat Terlarang

×

Satresnarkoba Polres Cilegon Tangkap Pengedar Obat Terlarang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

CILEGON, (B1) – Satresnarkoba Polres Cilegon, Polda Banten dan masyarakat Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, berhasil amankan satu pelaku inisial IN (24) diduga pengedar obat jenis tramadol dan heximer, serta dua saksi AI (19), FN (20), pada Senin (11/7/22).

Example 300x600

Saat ditemui, Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro melalui Kasat Resnarkoba AKP Shilton membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan mengamankan satu pelaku diduga menjual atau mengedarkan obat jenis tramadol dan heximer. “Benar petugas bersama warga Kecamatan Cinangka telah mengamankan pelaku IN diduga menjual atau mengedarkan obat jenis tramadol dan heximer,” terang Shilton.

Shilton menjelaskan kronologis kejadian penangkapan tersebut terjadi di warung rokok tepatnya di Kampung Kosambil II Desa Karang Suraga Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang dan telah diamankan tiga laki-laki oleh masyarakat setempat yaitu satu pelaku IN dan dua saksi AI (19), FN (20) yang kemudian dibawa ke Polsek Cinangka untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Petugas dan masyarakat kemudian langsung membawa satu pelaku dan dua saksi ke Polsek Cinangka untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, pihak penyidik telah menetapkan IN (24) sebagai tersangka yang diduga menjual atau mengedarkan obat jenis tramadol dan heximer serta mengamankan barang bukti. “Kami telah mengamkan barang bukti berupa 46 paket pil warna kuning diduga Hexymer yang perpaketnya berisikan delapan butir dengan jumlah total 368 butir, sembilan lempeng diduga tramadol yang per lempeng nya berisikan sepuluh butir, dan uang hasil penjualan sebesar Rp2.026.000 serta dua ponsel merek oppo A 16 warna hitam,” ujar Shilton.

“Pelaku IN (24) dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 dan atau Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar,” tegasnya. (hum/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post