Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKANPOLITIKTANGERANG RAYAUncategorized

Ananta Wahana Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampus Budhi

×

Ananta Wahana Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampus Budhi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Anggota MPR RI, Ananta Wahana kembali melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kali ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Budhi, Tangerang, Kamis, (21/4/22). Tampak para mahasiswa/mahasiswi antusias mengikuti kegiatan meski panitia telah menyediakan ratusan kursi.

Example 300x600

Dalam pemaparannya Ananta Wahana menjelaskan, Pancasila merupakan konsensus nasional yang sudah selesai, sehingga tugas hari ini, adalah merawat dan menjaga.

“Pancasila adalah konsensus nasional yang sudah selesai. Hari ini, tugas kita adalah menjaga, merawat dan mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Wakil Rakyat asal Dapil Banten III menyatakan, tantangan besar Pancasila ke depan, diantaranya menyulam kembali nilai kebangsaan yang bisa saja terpisah akibat ego sektoral. Pasalnya, dinamika media sosial, serangan hoaks dan adu domba sesama anak bangsa, semakin terlihat.

Tidak sedikit masyarakat, terutama generasi penerus bangsa khususnya mahasiswa mengetahui Pancasila adalah Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia, akan tetapi, dalam praktek, Pancasila baru sebatas pengetahuan di kampus saja.

Padahal, Pancasila merupakan hasrat dan keinginan dari para Founding Father untuk merdeka dan bersatu dalam sebuah Ideologi.

“Indonesia mempunya 1300 lebih etnis. Di dalam keluarga saja, kita bisa berbeda. Bagaimana dengan negara yang punya beragam suku bangsa,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rakyat asal PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan tentang sejarah terbentuknya Pancila pada 1 Juni 1945.

“Melalui sosialisasi empat pilar MPR RI ini, diharapkan para mahasiswa disentuh kembali untuk mengingat sejarah terbentuknya Pancasila. Lebih dari itu, para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, tentu harus bisa mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi empat pilar MPR RI para generasi muda akan memiliki jiwa nasionalis yang tinggi. Dengan demikian toleransi antar suku ras dan agama akan semakin terbangun di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Ananta menambahkan, saat ini bangsa Indonesia mengalami ancaman serius baik internal maupun eksternal. Dari sisi internal sendiri dengan dihapusnya pelajaran pancasila dari kurikulum pendidikan sejak Reformasi, tentu akan membawa generasi muda melupakan pancasila. Sementara ancaman dari luar, yakni terjadinya ekstremisme agama, liberalisme dan kapitalisme, individualis serta komunisme.

Salah satu mahasiswi Novita bertanya tentang negara demokrasi Indonesia terkait kebebasan mengeluarkan pendapat. Terlebih mahasiswa yang seringkali melakukan aksi demonstrasi dalam menyalurkan pendapat.

“Negara Demokrasi Indonesia, memperbolehkan penyampaian pendapat, bagaimana tanggapannya, pak” tanyanya.

Anggota komisi VI DPR RI pun menjawab, pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa saat ini, sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Dulu mahasiswa hanya dapat mengetahui politik sebagai ilmu aja, tetapi saat ini sudah bisa pada tataran mempengaruhi kebijakan pemerintah.

“Mahasiswa tentunya mempunyai penilaian masing-masing. Pesan saya, bersikap waspada akan lebih baik tentunya,” tukasnya. (way).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post