TIGARAKSA, (B1) – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melaksanakan proyek prestisius tahun ini, yang juga masuk dalam program unggulan pengentasan kemacetan di Kabupaten Tangerang, yakni pembuatan Fly Over Cisauk. Anggaran proyek multiyears ini mencapai Rp110 miliar.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Slamet Budhi Mulyanto mengatakan, ada dua mega proyek yang bakal dilaksanakan tahun ini, yaitu pembangunan Fly Over Cisauk dan Underpass Bitung. Menurutnya, kedua proyek ini masuk ke dalam RPJMD Kabupaten Tangerang 2018-2023, maka pembangunannya sudah harus segera dilaksanakan.
“Dinas Bina Marga di tahun 2022 ini, juga melaksanakan proyek prestisius berupa pembangunan Fly Over Cisauk untuk mengurai kemacetan di dua lokasi tersebut. Total anggaran untuk Fly Over Cisauk karena masuk proyek Multiyears, jadi di tahun 2022 dianggarkan Rp50 miliar, dan di tahun 2023 dianggarkan Rp60 miliar, jadi total keseluruhan Rp110 miliar,” jelasnya.
Lanjut Slamet Budhi, untuk panjang Fly Over Cisauk sekitar 525 meter dan lebar 23 meter dengan dua jalur.
“Semoga proses pembangunannya lancar dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Slamet Budhi yang didampingi Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Muchamad Solehudin menambahkan, sedangkan untuk pelaksanaan Underpass Bitung, rencananya dianggarkan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran Rp90 miliar lebih. Kemudian kata dia, untuk lebar panjang underpas yakni 375 meter dan lebar 21 meter.
“Rencanananya tahun ini juga, cuma kami masih menunggu informasi dari pusat. Karena untuk pembebasan lahan Undespass Bitung maupun Fly Over Cisauk sudah beres,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Tangeranh bahwa hasil pendataan yang terdampak Pembangunan Fly Over Cisauk di Kelurahan Cisauk ada 29 pemilik, jumlah bidang tanah 32, luas tanah 5.322 M2, harga tanah Rp 9.205.056 sampai Rp 9.588.600 per M2 dan jumlah anggaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rp 65.959.043.003.
Sementara di Desa Sampora ada 24 pemilik lahan, jumlah bidang tanah 26, luas tanah 2.255 M2, harga tanah Rp 9.205.056 sampai Rp 9.588.600, dengan jumlah anggaran dari KJPP Rp 32.494.949.690. Sedangkan di Desa Cibogo ada 16 pemilik lahan, jumlah bidang tanah 16, luas tanah 2.034 M2, harga tanah Rp 9.205.056 sampai Rp 9.588.600 per M2, dengan jumlah anggaran dari KJPP Rp 29.204.992.783.
Total pemilik lahan di Kelurahan Cisauk, Desa Sampora dan Desa Cibogo itu ada 69, jumlah bidang tanah ada 74, luas tanah 9.611 M2 dan total anggaran dari KJPP sebesar Rp 127.658.985.476.
Sedangkan, wilayah yang terdampak pembangunan Underpass Bitung, Kecamatan Curug yakni Desa Kadu dengan jumlah pemilik lahan 44 orang dan 44 bidang tanah, dengan total luas tanah 3.427 M2. Serta Desa Kadu Jaya dengan jumlah pemilik lahan 47 orang dan 50 bidang tanah, dengan total luas tanah 6.061 M2.
Untuk Desa Kadu, harga tanah per meternya berdasarkan tim appraisal atau Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yaitu Rp. 7.104.288 sampai Rp. 7.400.300, sehingga jumlah kebutuhan anggarannya Rp. 37.442.073.534. Sedangkan Desa Kadu Jaya, harga tanah per meternya yakni Rp. 7.104.288 sampai Rp. 11.216.959, sehingga jumlah kebutuhan anggarannya Rp. 74.605.239.128. (Adv).
