Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKANTANGERANG RAYAUncategorized

Wisuda XXI UMN Tema Baduy, Melihat Peluang di Balik Pandemi

×

Wisuda XXI UMN Tema Baduy, Melihat Peluang di Balik Pandemi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Di balik sebuah krisis, perubahan akan selalu terjadi, seperti pada krisis akibat pandemi dua tahun belakangan ini. Meski menjadi sebuah krisis, pandemi menghadirkan tantangan dan peluang baru.

Example 300x600

Demikian disampaikan Komisaris Milenial BUMN di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, Adrian Zakhary, saat didaulat sebagai pembicara utama pada Wisuda XXI Universitas Multimedia Nusantara, Sabtu (18/12/21).

Masih dalam kondisi pandemi, wisuda UMN kali ini masih dilaksanakan secara daring. Kesempatan ini menjadi latar belakang tema wisuda dengan mengangkat hal positif di balik krisis pandemi, yakni tantangan dan peluang baru. Hal ini yang mendasari wisuda kali ini mengusung tema “Tantangan dan Peluang Pasca Pandemi Covid-19”. Menghadirkan Adrian Zakhary untuk berbicara mengenai kondisi ini, diharapkan para wisudawan mendapat masukan sebelum masuk ke lapangan kerja.

Turut hadir juga CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama yang menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati UMN. Lilik menyampaikan bahwa, pandemi Covid-19 merupakan tantangan yang tidak mudah untuk dilalui selama kurang lebih 2 tahun ini. Krisis akibat pandemi berdampak sangat signifikan pada semua sektor baik pendidikan, ekonomi, industri, manufaktur, wisata, dan transportasi.

“Namun, kini saatnya kita bangkit dan bersiap menghadapi tantangan ke depan karena justru banyak peluang baru yang muncul dan tidak terpikirkan sebelumnya,” ungkap Lilik.

Lilik mengajak wisudawan untuk tetap memiliki semangat untuk berkompetisi secara positif, berinovasi dan berkreasi dalam menangkap peluang untuk meraih masa depan yang gemilang, serta menjadikan Indonesia bangkit dan maju.

“Teruslah menjadi generasi muda yang memegang teguh nilai Caring, Competent, Credible, Competitive, dan Customer Delight yang sudah ditanamkan selama menjalankan pendidikan di UMN,” jelasnya.

Rektor UMN Ninok Leksono menyampaikan, kelulusan para wisudawan semua dinilai merupakan satu prestasi karena masih bisa berkonsentrasi fokus untuk menyelesaikan studi di tengah pandemi Covid-19. Jiwa kuat bertahan, tegar, ulet itulah kiranya yang bisa menjadi modal berharga untuk memasuki dunia kerja.

“Selain ulet dan tahan uji masih ada sikap lain yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa kini, yaitu semangat pembelajar Anda harus menjadi learning individuals yang tidak pernah kehilangan semangat untuk mempelajari hal-hal baru yang sesuai dengan kemajuan zaman. Kedepan adalah tentang kecerdasan buatan, tentang big data, serta hal-hal yang dibawa oleh norma baru baik yang muncul karena revolusi industri 4.0 maupun yang dipicu oleh pandemi,” tuturnya.

Ketua LLDIKTI Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi menyampaikan, mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi, yakni kompetensi sosial yang erat kaitannya dengan inovasi. Bagi Agus, kompetensi sosial yang baik akan dimiliki oleh seseorang yang mampu memahami lingkungannya dan bagaimana caranya dapat mengambil peran dalam lingkungan tersebut. Hal ini yang kemudian menjadi sumber lahirnya inovasi.

“Yang paling penting adalah kita dapat saling memahami dan menghargai perbedaan cara pandang, kalaupun sikap yang kita pegang memang jauh lebih baik bagaimana caranya kita dapat mengajak dan memotivasi orang lain untuk melakukan perubahan. Sehingga pada akhirnya bukanlah siapa yang benar, tetapi kita secara bersama-sama menuju pada gagasan dan sikap yang semakin baik. Inilah pentingnya kompetensi sosial yang akan melahirkan sebuah inovasi,” terangnya.

Komisaris Milenial BUMN PTPN VIII Adrian Zakhary, mengawali dengan presentasi kondisi terkini mengenai Pandemi Covid-19 dan melanjutkan dengan menjelaskan sejarah pandemi dari tahun ke tahun yang selalu memberikan perubahan, tantangan, dan peluang baru. Materi yang disampaikan tentang “A Game Changer Tantangan dan Peluang Pasca Pandemi Covid-19”.

“Covid-19 ini bukan sesuatu baru terjadi, krisis dunia sudah terjadi sejak lama dan mulai tahun 2020 sampai tahun ini kita menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Adrian menjelaskan, bahwa dibalik semua krisis ini akan ada perubahan. Perubahan itu adalah sesuatu yang tadinya biasa-biasa saja, tiba-tiba kita harus menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan semua ini. Hal inilah yang harus dipersiapkan dan menjadikannya peluang baru bagi masa depan.

“Perubahan-perubahan itu kita harus mengambilnya saat ini, kalau kita tidak mengambil perubahan itu, kalau kita tidak melakukan inovasi, kalau kita tidak mengambil perannya hari ini maka kita akan telat. Ketika pandemi sudah berakhir, ketika inovasi-inovasi sudah dilakukan, dan ketika itu kita baru mau berpartisipasi disaat itu juga kita sudah telat, orang-orang sudah melakukan itu sementara kita belum melakukannya. Artinya ketika ada inovasi apapun, ketika perubahan apapun, ketika ada inovasi sedikitpun kita harus pelajari bagaimana kita bisa menerapkannya,” jelasnya.

Angkat Tema Baduy UMN Luluskan 913 Wisuda

Pada Wisuda kali ini UMN meluluskan 913 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 134 wisudawan Fakultas Teknik dan Informatika, 137 wisudawan Fakultas Bisnis, 268 wisudawan Fakultas Komunikasi, dan 374 wisudawan Fakultas Seni dan Desain.

Ketua Panitia Wisuda XXI UMN Rheemar Hardiyanto, S.Kom. menyampaikan, bahwa krisis pandemi Covid-19 berdampak luas pada semua sektor khususnya sektor ekonomi, manufaktur, transportasi, dan pariwisata. Namun, dibalik itu ada sektor lain yang justru berkembang dan menjadi andalan salah satunya adalah sektor pertanian dan perkebunan.

Hardiyanto berharap dari materi yang disampaikan oleh Komisaris Milenial PTPN VIII Adrian Zakhary dapat menambah wawasan dan keilmuan bagi para wisudawan wisudawati dan mendorong adanya peluang pekerjaan baru dan investasi di bidang teknologi.

“Berbanggalah dengan ilmu dan pengalaman yang didapat selama menjalani perkuliahan. Teruslah untuk berani melihat dan mengambil peluang serta berkarya dengan tetap berpegang pada kearifan dan kerendahan hati,” harap Hardiyanto.

Seperti pada tradisi wisuda sebelumnya, UMN selalu mengangkat budaya daerah sebagai tema. Pada Wisuda kali ini UMN mengangkat budaya Baduy yang hingga saat ini masih memegang adat dan tradisi leluhur dalam menjaga dan memelihara alam dan lingkungan sekitarnya.

“Kita berharap kita juga bisa belajar dari Suku Baduy yang hidup dalam kesederhanaan, menyatu dengan alam ciptaan-Nya dalam balutan falsafah dan kearifan lokal yang membuat komunitas Baduy dapat bertahan dari pandemi Covid-19 dengan kasus mendekati nol,” ujar Hardiyanto.

Pada Wisuda ini, Maya Anggraini meraih predikat Lulusan Terbaik Prodi Magister Manajemen Teknologi (MMT), Lulusan Terbaik Universitas, dan menjadi Cendekia Utama untuk program pascasarjana UMN.

Selama berkuliah di MMT UMN, Maya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan aktif mengikuti berbagai kegiatan serta kompetisi. Salah satu diantaranya adalah program inkubasi bisnis batch 8 yang diadakan oleh Skystar Ventures UMN. Di program ini Maya bersama dengan dua teman lainnya terpilih menjadi People’s Choice pada Demo Day Batch 8 dalam perlombaan bisnis dekorasi interior bernama Tuhiro pada tahun 2021.

Maya bekerja sebagai Operations Procedure Manager di PT. Bank Maybank Indonesia. Menurut Maya, memilih dan akhirnya menyelesaikan kuliah di MMT UMN memberikan kompetensi baru dan bermanfaat bagi jenjang kariernya.

“Saya bekerja di industri perbankan yang mengalami banyak transformasi digital. Untuk mendukung dinamika pekerjaan, maka saya memilih belajar Manajemen Teknologi di UMN yang mampu memberikan bekal yang baik bagi karir saya. Selain itu, UMN juga memiliki Skystar Ventures yang menawarkan program inkubasi bisnis dan hal tersebut menjadi nilai tambah bagi saya untuk memilih masuk ke MMT UMN,” ujarnya. (way).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post