Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KESEHATANTANGERANG RAYAUncategorized

Pemkot Tangerang Komitmen Tekan Stunting dan TBC

×

Pemkot Tangerang Komitmen Tekan Stunting dan TBC

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan dua program. Dimana, dua program tersebut diluncurkan dalam rangka menekan angka stunting dan tuberkulosis di Kota Tangerang.

Example 300x600

Kedua program yang diluncurkan di Gedung Sport Center Grand Duta, Kecamatan Periuk ini, diberi nama Tatalaksana Gizi Buruk Agar Segera Pulih (Laksa Gurih) yang berbasis aplikasi website. Serta Aksi Skrining Mandiri Berbasis Masyarakat (Asmara) TB yang dilakukan pula pelantika dan pelatihan kepada 1089 kader Asmara TB.

“Jadi, untuk program Asama TB itu, kami (Dinkes) mencanangkan 5 ribu kader TB yang pembentukannya secara berkala. Sedangkan untuk Laksa Gurih itu aplikasi berbasis website yang nantinya akan menjadi data kita dalam memberantas stunting atau gizi buruk di Kota Tangerang,” jelas dr. Dini Anggraeni, Kepala Dinkes, saat ditemui di lokasi acara, Jumat (12/11/21).

Dan untuk mendorong partisipasi dan memberikan fasilitas kepada masyarakat yang memiliki potensi TB. Dinkes juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait moda transportasi yang akan digunakan bagi mereka yang memiliki penyakit diabetes untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke RSUD Kota Tangerang.

“Selama 30 hari bus Jawara akan melayanin pasien diabetes di puskesmas untuk dibawa ke RSUD. Di sana akan dilakukan pemeriksaan seperti rontgen, karena biasanya penderita diabetes rentan terkena TB. Tentu, semua layanan ini gratis,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan saat ini, kasus TBC di Kota Tangerang masih terus ada. Meskipun angkanya masih di bawah rata-rata.

“Menurut data yang kamu miliki, Kota Tangerang, perbandingannya itu 172 orang per 100 ribu penduduk atau setara dengan 3.043 kasus, serta ditemukan 11 angka kematian pada saat tengah melakukan proses pengobatan,” tuturnya.

Sedangkan lanjut dr. Dini, untuk angka stunting juga masih di bawah rata-rata Provinsi Banten. “Kota kita termasuk di bawah nasional dan provinsi. Kalo Provinsi Banten 3,4 kita 16,8 tapi tetap kita coba turunkan 14 persen,” tukasnya. (jo/way).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post