LINGKUNGANUncategorized

Warga PPI Bogor Meriahkan HUT RI dengan Lomba Terapkan Prokes

 

BOGOR, (B1) – Karang Taruna RT 07 RW 12 PPI Bogor Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, adakan perlombaan untuk anak-anak dan ibu-ibu dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-76 tahun 2021.

banner 300x600

Berlangsung dimasa pandemi, Karang Taruna RT 07 berikan imbaun kepada peserta dan penonton untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama acara lomba berlangsung.

Adam Risky Ketua Panitia mengatakan, jenis lomba yang diadakan di tengah pandemi Covid-19 ini, kami seleksi. Peserta dan penonton harus menerapkan prokes, dan selalu pakai masker.

“Untuk amannya. Lomba makan kerupuk, bawa kelereng pake sendok dan estafet karet pake sedotan tidak ada dalam lomba Agustusan tahun ini. Dimana lomba yang menggunakan mulut, kami tiadakan,” jelasnya.

Agustusan tahun ini, Karang Taruna 07 melombakan permainan balap karung, tarik tambang, masukkan paku dalam botol, estafet tepung, rebutan bangku dan mewarnai.

”Meski perayaan Agustusan di tengah pandemi, kecerian harus tetap terpancar. Dengan tetap ceria dan semangat, tentunya juga dapat meningkatkan imun kita,” ucapnya.

Untuk tetap semangat NKRI Harga Mati, semua panitia mengenakan masker berwarna merah putih dan menyediakan boat foto bernuansa merah putih untuk foto selfie bagi siapa saja.

Sementara itu, Yatin Sahardjo Ketua RT 07 mengatakan, perayaan Agustusan adalah kali ketiga sejak tahun 2019 dirinya menjadi ketua lingkungan. Dan setiap tahun selalu beda konsep dalam perayaannya.

“Saya mengapresiasi kepada Karang Taruna 07 yang selalu memberi warna berbeda dalam setiap perayaan Agustusan. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada di lingkungan,” terang Yatin usai pemberian hadiah.

Lomba Agustusan yang berlokasi di Taman Potret RT 07, diawali dengan senam bersama, mengheningkan cipta dan doa bersama bagi pahlawan yang gugur di medan perang diakhiri dengan pemberian hadiah dan silaturahmi pada malam harinya,

Selain mengharuskan memakai masker selama acara Agustusan berlangsung, Karang Taruna 07 juga menyediakan masker dan wastafel otomatis.

“Alat cuci tangan atau wastafel otomatis ini menggunakan sensor ultasonik. Dimana saat akan mencuci tangan dengan berjarak 30 cm dari sensor, maka air akan mengalir secara otomatis. Alat ini dapat berjalan dengan sumber baterai atau bisa juga menggunakan power bank,” tambah Adam.

Adam Risky yang juga pembuat wastafel otomatis menjelaskan, alat dilengkapi sensor ultrasonik sebagai input. Saat ada tangan, sensor mendeteksi dengan memantulkan gelombang ultrasonik dan setelah menditeksi, sensor akan mengaktifkan relay yang tersambung ke pompa air.

“Pada alat ini juga ada output tambahan yaitu running text max7219 untuk memunculkan tulisan agar lebih menarik, semua sistem tersambung ke sebuah microcontroller arduino uno,” jelasnya.

Alat cuci tangan otomatis dibuat secara sederhana dengan menggunakan peralatan yang ada di rumah.

“Seperti untuk penampungan air, alat ini memakai ember plasitik bekas cat berukuran 25 kilogram dan wastafelnya kita pake wajan atau penggorengaan bekas. Pada bagian tengah wajan dibolongi dan disambung dengan selang air yang berfungsi untuk pembuangan air bekas cuci tangan,” pungkasnya. (cj/bur).

Exit mobile version