TIGARAKSA, (B1) – Perihal kenaikan harga daging sapi terpantau masih tinggi dan belum stabil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang memberikan keterangan atas melonjaknya harga daging sapi.
Kepala Bidang Perdagangan Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Iskandar Nordat menerangkan, untuk harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri selalu naik. Itu dikarenakan tingginya permintaan stok daging dari para pedagang.
“Memang untuk daging sapi setiap Idul Fitri selalu naik. Ini disebabkan adanya banyak permintaan dari pedagang. Belum lagi harga sapi import dari Australia naik,” pungkasnya, Minggu, (23/5/21).
Sebelumnya, per tanggal 17 Mei 2021 harga daging sapi per kilo nya sempat turun harga, yang sebelumnya dikisaran Rp143.333/kg, kini turun menjadi Rp140 ribu/kg.
Dirinya juga menambahkan, lonjakan tersebut dipengaruhi oleh harga sapi import dari Australia yang terus mengalami kenaikan sejak akhir Maret 2021. Kondisi inilah yang dianggap memengaruhi stabilitas harga daging lokal di dalam negeri khususnya di Kabupaten Tangerang.
Selain itu, Kepala Seksi Barang Kebutuhan Pokok, Barang Penting, dan Logistik Pada Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang Apit Rosadi menjelaskan, penyebab kenaikan harga daging dipengaruhi oleh harga dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Selain itu, kenaikan dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditi bahan pangan yang beredar di Kabupaten Tangerang. Sebab, sebagian besar komoditi bahan pangan yang ada di kabupaten tangerang berasal dari luar daerah.
“Kami belum bisa memperkirakan kapan harga daging dan bahan pokok lain menyentuh angka normal, karena harga selang sehari saja bisa berubah, mengingat sebagian besar komoditi yang beredar disini (Kabupaten Tangerang) berasal dari luar daerah, artinya kita tidak bisa memprediksi dan menginterpensi,” terang Apit.
Kendati demikian, Disperindag Kabupaten Tangerang terus mengupayakan untuk menstabilkan harga daging serta bahan pokok yang lain. Hal ini dilakukan dengan terus memantau harga bahan pangan di setiap pasar yang tersebar di Kabupaten Tangerang.
“Setiap seminggu sekali kami juga menerjunkan tim langsung untuk terjun ke lapangan, guna memastikan persentase stabilitas naik turunnya harga di pasar yang ada di Kabupaten Tangerang,” lanjut nya.
Sejauh ini, Disperindag belum menerima laporan perihal keluhan harga dari para pedagang dan konsumen. Apit menambahkan walaupun harga mengalami kenaikan, stok bahan pokok di kabupaten Tangerang tetap tersedia. (kom/sus).
























