Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIKTANGERANG RAYAUncategorized

Simposium ‘Strategi Bangkit dan Krisis Multidimensi-Penguatan Ekonomi Nasional Ditengah Pandemi Covid-19’ di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis

×

Simposium ‘Strategi Bangkit dan Krisis Multidimensi-Penguatan Ekonomi Nasional Ditengah Pandemi Covid-19’ di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TANGERANG, (B1) – Dengan ditandatanganinya prasasti di bawah patung Bung Karno oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pada tanggal 10 April 2021 lalu, diresmikan pula kembali Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis.

Berbagai fasilitas dibangun di Padepokan ini, antara lain Rumah Baca, PAUD, Aula, Mushola hingga lapangan tenis. Kelompok Cipayung Plus mencetak kadernya mulai dari Reog, Jaranan, Jathilan, Barongan, Seni Tari dan Campur Sari di Padepokan ini.

Example 300x600

Oleh para penggiat sosial, budaya dan politik. Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis yang digagas Anggota DPR/MPR RI Ananta Wahana sekaligus pengasuh Padepokan dirombak menjadi tempat mengolah bathin, pikir, kreativitas dan kegiatan seni budaya serta pendidikan alternative, setelah 10 tahun berjalan.

Politisi asal PDI Perjuangan ini menjelaskan, dinamai Padepokan Karang Tumaritis karena terinspirasi dari sosok ‘Semar Bodroyono’ dalam karakter pewayangan.

“Semar adalah sosok wong cilik yang sederhana dan tidak neko-neko,” terang Ananta pada kesempatan Reses bersama wartawan se-Tangerang Raya, Selasa (20/4/21) malam.

Tetapi di hadapan Semar, lanjut Ananta, Betara Kala yang menguasai dunia setan dan jin tunduk kepada Semar.

“Nah, Padepokan Karang Tumaritis ini kami harapkan dapat berkontribusi untuk merubah Betara Kala menjadi Kasatria atau bahkan Dewa. Maksudnya adalah mampu mencetak kader nasionalis pancasilais bagi generasi anak bangsa untuk negeri Indonesia tercinta,” terangnya.

“Selain tempat dan pusat kebudayaan, Padepokan ini juga untuk memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak imigran asal Turki, Iraq, Afganistan dan Vietnam,” tambah Ananta.

Lanjut Ananta, saat peresmian Padepokan juga diadakan Simposium Nasional yang mengangkat tema, “Strategi Bangkit dan Krisis Multi Dimensi – Penguatan Ekonomi Nasional Ditengah Pandemi Covid-19”.

Acara menghadirkan Ekonom Senior INDEF Enny Sri Hartati, Anggota Komisi VI DPR-RI Deddy Yevri Hanteru, Kepala Kebudayaan Nasional DPP PDI-P Aria Bima dan Cendikiawan Muslim Zuhairi Misrawi.

Pada simposium itu, Hasto menyuarakan bahwa generasi muda harus melihat pandemi Covid-19 bukan sebagai musibah, tetapi sebagai panggilan sejarah untuk berbuat sesuatu bagi negeri.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang digembleng oleh berbagai cobaan dan rintangan sejarah untuk kemudian mampu membuktikan diri secara mumpuni dan mempertahankan serta melanjutkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan susah payah,” papar Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Hasto menyebut, Indonesia di masa kepemimpinan Soekarno menjadi pelopor dalam ikut memerdekakan negara-negara berpenduduk muslim, seperti Pakistan dan Al-Zajair.

“Sejak awal Pancasila justru berjalan beriringan secara harmonis dengan agama-agama di Indonesia. Termasuk Islam. Maka tempat seperti Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis ini harus menjadi wadah untuk memperkuat prikemanusiaan dan gotong-royong bagi kaum muda di masa krisis pandemi Covid-19,” tukasnya.

Tak berjauh berbeda Aria Bima, akan pentingnya jalan kebudayaan dalam merespon krisis. Menurutnya, kebhinekaan Indonesia justru terlihat terancam dimasa krisis dan banyak orang mulai tidak lagi yakin dengan identitas kebangsaan Indonesia yang kaya dan majemuk.

“Maka, Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis ini sangat dibutuhkan sebagai wadah untuk memupuk rasa kebudayaan dan kebhinekaan Indonesia,” tandas Ketua DKN DPP PDI Perjuangan.

Sementara, ekonom INDEF Enny Sri Hartati menyampaikan, pentingnya upaya membuka kembali lapangan penkerjaan bagi warga di masa pandemi. Geliat pertumbuhan domestik Indonesia akan ditentukan oleh tingkat konsumsi dalam negeri yang saat ini anjlok.

Bahwa 64 persen penduduk Indonesia saat ini mengalami kekurangan pendapatan dan kehilangan penkerjaan akibat pandemi covid-19.

“Oleh karenanya, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada investasi asing, melainkan harus lebih fokus pada membuka lapangan kerja di dalam negeri lewat pemberdayaan UMKM dan Industri Kecil Menengah,” pungkasnya. (way).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post