Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIKTANGERANG RAYAUncategorized

Forum RT/RW Kelurahan Mekar Bakti Ikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

×

Forum RT/RW Kelurahan Mekar Bakti Ikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA, (B1) – Anggota MPR RI asal dapil Banten 3 Ananta Wahana, kembali sosialisasi 4 pilar MPR RI. Sosialisasi kali ini menyasar Forum RT/RW di Wilayah Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang, Selasa, (23/3/21).

Example 300x600

Menurut Ananta, pihaknya tidak henti-henti mensosialisasikan program 4 Pilar MPR RI. Hal itu demi meningkatkan terus semangat nasionalisme di semua lapisan masyarakat. Perangkat RT dan RW, menurutnya sangat penting untuk lebih mengenalkan 4 pilar MPR RI ke masyarakat.

“Pemahaman Pancasila, UUD 1945, Negara Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika, harus bisa sampai ke semua tatanan masyarakat. Empat pilar MPR RI, sebagai perekat bangsa dan negara Indonesia, sejak Indonesia mempersiapkan kemerdekaan,” kata Ananta.

Ananta juga menegaskan, Ia sejak dulu, adalah orang yang sangat menentang Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebab KKN bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yang luhur, sebagaimana keinginan ‘Founding Father’.

Hal itu Ia buktikan, dengan beberapa kali tidak kompromi dengan urusan pekerjaannya. Sebab, baginya ketika sudah bekerja sebagai wakil rakyat, kepentingan rakyat adalah yang paling utama.

“Pernah staf saya yang juga kebetulan masih kerabat, tidak datang selama seminggu dan tidak juga memberi kabar, ya terpaksa saya ganti dengan yang lain. Karena, sebagai wakil rakyat, tentu kepentingan rakyat yang paling utama,” ucapnya.

Clance Teddy salah satu nara sumber mengatakan, generasi milenial melihat Pancasila tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi, melihat pula, apakah teori dan nilai sejarah itu masih relevan atau tidak. Generasi milenial lebih cenderung memahami kepada apa yang dirasakan.

“Mereka melihat Pancasila hari ini sebatas kepentingan elektoral, seperti, saya Pancasila dan saya bukan Pancasila,” ucapnya.

Hal itu, lanjut Teddy tidak lepas terdampak dari kontestasi pilkada DKI dan saat Pilpres 2019, lalu. Generasi milenial merasa, yang pro terhadap pemerintah dianggap Pancasilais, dan yang tidak pro pemerintah dianggap tidak Pancasilais.

“Pada, Pilkada DKI dan Pilpres dari 2014 dan 2019, seperti membentuk paradigma generasi milenial tersebut. Kita menyaksikan, bagaimana yang mendukung dan tidak mendukung, cap cebong dan kampret. Itu yang membentuk paradigma Milenial,” tukas, mantan sekjen GMNI ini.

Sementara, Abraham Garuda Laksono, nara sumber lainnya menyatakan, tidak sedikit masyarakat, terutama generasi milenial, tau jika Pancasila itu Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia saja. Hanya saja, dalam praktek, Pancasila itu hanya dijadikan sebagai pembenaran saja.

Abe, sapaan akrab pemuda ini menggambarkan, potret kehidupan mewah yang dipertontonkan elit negara saat ini menurutnya, akhirnya berdampak bagi generasi milenial.

“Bila lihat kehidupan sebagian elit politik, kerap mempertontonkan kehidupan mewah di media soisal. Bagaimana bicara soal kemiskinan dan penderitaan rakyat, kalau wakilnya saja hidup bermewah-mewahan. Kekuasaan seringkali membuat orang lupa,” tandasnya.

Lurah Mekar Bakti, Mansur yang hadir Saat itu menyambut baik acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh Ananta Wahana. Ia, menilai pemahaman masyarakat tentang 4 Pilar MPR RI tersebut, penting bagi warga.

“Ya, inikan salah satu cara meningkatkan rasa nasionalisme. Semoga, warga Mekar Bakti semakin memahami apa itu 4 Pilar MPR RI,” ucapnya. (way).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post