Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYABERITA PILIHANSENI BUDAYAUncategorized

Akui Salah, Ketua Balakasuta dan Pengikutnya Siap Dibimbing MUI

×

Akui Salah, Ketua Balakasuta dan Pengikutnya Siap Dibimbing MUI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PANDEGLANG, (B1) – Tim Bakor Pakem Kabupaten Pandeglang, Kadinsos Pandeglang, Kapolres Pandeglang, Dandim 06/01 Pandeglang dan Ketua MUI Pandeglang gelar rapat koordinasi terkait adanya aliran Balakasuta dari Aliran Hakekok yang ada di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang., Banten.

Example 300x600

Rakor merupakan tindak lanjut terkait, 16 orang warga yang diamankan Polres Pandeglang, saat menggelar ritual mandi bersama di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT GAL yang berada di Desa Karangbolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Diduga mereka tengah melakukan ritual suatu aliran kepercayaan tertentu.

Ketua Kejaksaan Negeri Pandeglang Suwarno menyampaikan, ke 16 orang tersebut akan dilakukan pembinaan.

“Tadi pagi saya dengan Kapolres beserta dengan Pak Dandim Pandeglang telah melakukan pertemuan dengan para tokoh di wilayah Kecamatan Cigeulis. Pertemuan saya dengan para unsur terkait untuk membicarakan antisipasi hal – hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Sabtu, (12/3/21).

“Dari hasil pertemuan ini, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam membimbing para pengikut yang salah. Salah satunya ialah dengan caranya mengalokasikan ke tempat singgah ataupun ke Cidahu agar mendapat bimbingan dan arahan oleh Pak Abuya,” lanjutnya.

Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi menjelaskan, saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian.

“Untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak di inginkan, perlu penanganan dan antisipasi secara cepat oleh Bakor Pakem Kabupaten Pandeglang, dengan melakukan pendalaman terhadap para pengikut dan ajaran tersebut agar dapat diketahui maksud dan motifnya,” terangnya.

“Selanjutnya untuk mencegah reaksi dari masyarakat sekitar Kecamatan Cigeulis, kita masih melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Sehingga dalam proses ini, saya berharap agar masyarakat tidak memberikan statement apapun yang belum pasti kebenarannya melalui media sosial, sehingga tidak menimbulkan keresahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang H. Tb Hamdi Ma’ani membenarkan bahwa, berdasarkan hasil konfirmasi dan keterangan ketua dan ke 16 orang tersebut, jelas telah menganut aliran yang menyimpang.

“Setelah saya lakukan wawancara dengan pimpinan Abah Arya, apa yang telah disampaikannya normal tidak ada yang sesat, namun menyimpang cara mandi bersama – sama itu. Dan Abah Arya mengakui kesalahannya, namun itu semua harus saya bahas dengan para fatwa MUI,” terangnya.

Lebih lanjut, Ketua MUI Pandeglang menambahkan bahwa, ke 16 orang tersebut siap untuk dibimbing.

“Abah Arya dan pengikutnya siap untuk di bimbing oleh MUI Kec. Cigeulis. Mereka telah mengakui kesalahan dan akan bertobat dengan para pengikutnya,” tandasnya.

“Tinggal kita simpulkan untuk melakukan pembinanan kepada para pengikuti aliran hakekok tersebut. Agar supaya kembali ke jalan yang benar, dan juga masyarakat Kecamatan Cigeulis agar dapat menerima kehadiran mereka kembali,” tutupnya. (hum/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post