Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAKESEHATANPOLITIKUncategorized

Kompas: Sengaja Dicovidkan Ati Dizholimi, Protes ke KPU

×

Kompas: Sengaja Dicovidkan Ati Dizholimi, Protes ke KPU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

CILEGON, (B1) – Menanggapi informasi yang beredar terkait hasil swab calon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati, yang dimumkan KPU Cilegon melalui konferensi pers malam tadi, Koordinator Relawan Komando Pasukan Khusus Ati-Sokhidin (Kompas), Isbatullah Alibasja menilai ada yang aneh dalam pengumuman tersebut.

Example 300x600

Aktivis pergerakan Cilegon itu bahkan berasumsi jangan-jangan Ratu Ati sengaja di-covid-kan untuk membangun citra negatif.

“Kita sudah mengkonfirmasi ke KPU, menyampaikan keberatan atas pengumuman hasil tes swab yang menurut kita ini sangat tidak fair,” kata Isbat, didampingi Korlap RAM, Rizki Khairul Ikhwan, Rabu (9/9/2020) dini hari.

Ia mengungkapkan, pada Kamis 3 September 2020 yang lalu, sebagai persyaratan untuk mendaftar ke KPU, Ratu Ati Marliati sudah melakukan tes swab mandiri di RSKM, dan hasilnya negatif.

Usai melakukan pendaftaran pada hari Jum’at, 4 September 2020, lanjutnya, pada Senin, 7 September 2020, Ratu Ati kembali melakukan tes swab ulang (USAP) sebagai rangkaian dari tes kesehatan yang dijadwalkan oleh KPU di RSUD Cilegon yang juga menggunakan lab RSKM dan dinyatakan positif.

“Hasil tes yang positif di rumah sakit dan lab yang sama itu cukup membingungkan. Tes sebelumnya negatif kok tiba-tiba positif,” ucapnya.

Akhirnya, masih kata Isbat, begitu mengetahui hasil dari swab yang dilakukan pada hari Senin, keesokan harinya, yakni Selasa, 8 September 2020 pagi, Ati melakukan swab secara mandiri di dua Rumah Sakit berbeda, yakni RSKM Cilegon dan RS Siloam di Karawaci, Tangerang.

“Tentu dengan mengacu kepada hasil swab yang pertama, Bu Ati tidak serta merta percaya begitu saja dengan hasil pada swab kedua. Beliau merasa sehat dan baik-baik saja dan tidak merasa ada yang salah pada dirinya. Maka untuk membandingkan hal tersebut benar atau tidak, atas inisiatif sendiri Bu Ati melakukan swab secara mandiri di RSKM dan Siloam Hospital. Hasilnya, dua rumah sakit tersebut menyatakan bahwa Ratu Ati negatif Covid-19,” jelasnya.

Karena itu, Isbat menilai ada yang salah terkait dengan pernyataan Ketua KPU Cilegon yang mengumumkan Ratu Ati positif Covid-19.

“Ketua KPU Cilegon mengumumkan bahwa Ibu Ati positif Covid-19. Ini jelas sangat merugikan. Kita jadi berpikirnya agak liar, kok kenapa bisa seperti itu. Kita pun akhirnya menduga ini ada skenario jahat seakan-akan Bu Ati ini sengaja di-covid-kan, Ibu Ati di dzolimi. Inilah yang membuat kita protes keras ke KPU,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Korlap RAM, Rizki Khairul Ikhwan mengungkapkan kronologi lengkap tes swab yang dilakukan Ratu Ati Marliati.

“Saya yang mendampingi ibu mengikuti tes swab mandiri sejak awal. Tes swab-nya dilakukan di laboratorium RSKM tepatnya di Klinik Seruni. Hasilnya negatif. Hari Senin diteslah di RSUD bekerja sama dengan RSKM. Yang mengeluarkan adalah RSKM. Hasil swab-nya adalah positif,” kata Kiki panggilan akrabnya.

Hasil tes itu, lanjut Kiki, membuat pihaknya bingung.

Karena pada tes sebelumnya dinyatakan negatif.

Untuk menjawab kebingungan itu, masih kata Kiki, Ratu Ati Markiati pada Selasa berinisiatif melakukan tes swab mandiri.

“Tes swab-nya di rumah sakit yang sama yakni RSKM. Setelah itu langsung ke Siloam untuk melakukan tes swab mandiri juga. Sorenya, dua rumah sakit itu mengeluarkan hasil tes yang menyatakan Ibu negatif,” jelasnya.

Selanjutnya, tim melakukan konfirmasi ke RSUD dan KPU Cilegon, tetapi KPU kemudian mengumumkan bahwa Ratu Ati positif Covid-19.

“Jadi Ibu itu tes swab empat kali. Satu kali dinyatakan positif sementara tiga kali menyatakan negatif. Tetapi KPU hanya menyebut bahwa Ibu positif, pembanding dari rumah sakit yang sama dan rumah sakit sekelas Siloam gak dianggap. Padahal kami sudah mengkonfirmasi hal itu sebelum KPU menggelar konferensi pers,” ungkapnya.

Kuat dugaan, sambung Kiki, ada kesepakatan jahat yang muaranya adalah mendzolimi Ratu Ati Marliati.

Sementara itu, Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi berkilah bahwa dalam hal tersebut, pihaknya hanya menjalankan aturan dan menerima hasil tes dari tim penguji kesehatan.

Bukan sebagai pihak yang melakukan pemeriksaan kesehatan (tes swab).

Ia menyatakan, bahwa hasil tes pembanding itu, nanti bisa diserahkan ke tim penguji kesehatan. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post