Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KESEHATANLINGKUNGANNASIONALUncategorized

Bamsoet Apresiasi Pencairan Intensif Nakes

×

Bamsoet Apresiasi Pencairan Intensif Nakes

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

JAKARTA, (B1) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi langkah pemerintah yang sudah mulai mencairkan intensif untuk para dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya.

Example 300x600

Besarannya bervariasi, untuk dokter spesialis Rp 15 juta per bulan (terhitung sejak Maret 2020 hingga selama pandemi berlangsung). Dokter umum Rp 10 juta per bulan, perawat/bidan Rp7,5 juta, dan Nakes lainnya Rp5 juta. Santunan duka cita ditetapkan hingga Rp300 juta per orang.

“Insentif tersebut merupakan penghargaan sekaligus apresiasi negara terhadap para tenaga kesehatan yang telah berjuang di garda terdepan dalam peperangan melawan Covid-19. Mereka gigih menjaga keselamatan nyawa pasien, walaupun dengan resiko tinggi tertular Covid-19. Kerja keras, jasa, dan pengorbanan yang telah mereka dedikasikan harus dihargai dan tak boleh dilupakan oleh negara maupun masyarakat,” ujar Bamsoet saat bertemu para dokter, perawat dan tenaga kesehatan di RS Mayapada, Jakarta, Sabtu (26/9/20).

Turut hadir antara lain Direktur RS Mayapada Dr. Benny Hosiana Tumbelaka, didampingi manajemen lainnya.

Bamsoet mengungkapkan, selain sebagai rumah sakit umum yang terpisah dari penangan covid-19 dan salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, RS Mayapada mempunyai sarana dan prasaranan yang lengkap.

Memiliki sekitar 170 dokter spesialis, 30 dokter umum dan 320 perawat. Gedung tempat merawat pasien Covid-19 terpisah dengan gedung tempat merawat pasien umum. Sehingga pasien umum bisa aman dan nyaman menjalani pengobatan.

“Di gedung tempat merawat pasien Covid-19, tersedia sekitar 15 kamar ICU. Hasil swab juga cepat keluar, dari mulai 6 jam, 1 sampai 2 hari. Dalam menangani pasien, dokter dan perawat memiliki standar operasional prosedural yang sangat ketat. Dari mulai pemberian obat yang disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien, hingga harus selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) bagi dokter dan perawat. Tak terbayang betapa gerah dan pengapnya harus memakai APD sepanjang bertugas. Karenanya, jangan sepelekan kinerja dokter dan tenaga kesehatan lainnya,” ungkap Bamsoet.

Bamsoet juga setia mendengarkan, curhatan suka duka para tenaga kesehatan selama bertugas di masa pandemi Covid-19. Berbagai kejadian sosial telah mereka terima, dari mulai dijauhi masyarakat hingga harus rela menjalankan hubungan jarak jauh dengan keluarga ataupun kekasih hati. Bagaimana suka duka mereka akan ditayangkan dalam acara Bamsoet Undercover di konten YouTube nya, Bamsoet Channel.

“Tak sepantasnya masyarakat menjauhi para tenaga kesehatan. Khususnya terhadap mereka yang tinggal di kos-kosan. Kita memang harus waspada menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan, tak boleh abai, namun juga jangan berlebihan. Mengusir ataupun mendiskriminasi tenaga kesehatan bukanlah tindakan bijak. Malah cenderung kasar dan tak beradab,” pungkasnya. (man).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post