TIGARAKSA, (B1) – Kisah pilu dialami oleh Samit, Keluarga asal Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang. Ia harus menjual rumah satu-satunya yang tak seberapa, demi merawat anaknya yang menderita penyakit infeksi usus.
Kondisi anaknya Suhayati yang baru berusia 1,5 tahun, harus menjalani proses buang air besar lewat perutnya dengan bantuan kantong kolostomi. Sebelumnua si bayi, sudah menjalani penanganan medis di RSUD Balaraja enam bulan silam.
Samit menceritakan, saat berusia 6 bulan anaknya mengalami susah buang air besar dan sering keluar darah. Lalu dibawa ke klinik namun tidak ada perubahan.
“Setelah tidak ada hasil, akhirnya dibawa ke RSUD Balaraja. Di sana didiagnosa mengalami infeksi usus, dan dilakukan operasi kolostomi untuk membuat saluran pembuangan kotoran,” tuturnya, Selasa, (7/7/20).
Samit menambahkan, selama 5 bulan pasca operasi kolostomi, dirinya terpaksa harus menjual rumah untuk biaya kontrol dan biaya mengganti kantong kolostomi sehari sekali. Sekarang pun Ia dan keluarga menumpang di rumah mertua.
“Rumah sudah dijual untuk biaya kontrol selama 5 bulan. Saat ini kami tidak punya rumah dan sekarang numpangĀ di rumah mertua,” ucapnya, terbata.
Segala upaya sudah dilakukan Samit dan keluarganya. Namun rencana operasi pengembalian saluran pembuangan veses ke posisi semula, terkendala rumah sakit yang saat ini fokus pada pasien Covid-19.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya. Di RSUD Balaraja tidak ada alat untuk operasi dan kami diarahkan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Namun pihak rumah sakit sampai saat ini belum bisa menerima pasien operasi lain akibat dampak Covid-19. Dari kemarin-kemarin nomor orang rumah sakitpun ketika ditelpon tidak pernah diangkat,” ujarnya.

Sementara itu, Dahlan (26), dari Komunitas Pemuda Desa Klutuk, sudah berkunjung ke kediaman Keluarga Samit. Keluarga Samit termasuk keluarga tidak mampu. Ia bersama remaja lain, merasa prihatin dan sedih.
“Kita sebagai makhluk sosial sudah seharusnya memperhatikan kondisi wilayah sekitar kita. Manusia tidak bisa hidup sendiri dan harus saling bahu membahu membantu orang-orang disekitar kita yang membutuhkan pertolongan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya tidak bisa memberikan apa-apa, namun akan berupaya mencarikan informasi agar Suhayati secepatnya dapat penanganan medis lebih lanjut.
“Kami dari temen-temen pemuda Mekar Baru tidak punya apa-apa. Namun Insya Allah, Kami berusaha mencari informasi agar nong Suhayati cepat dapat perawatan dan sembuh,” tandasnya. (cj/bel).
























