TANGSEL, (B1) – Proyek pembangunan sheet pile TPA Cipeucang pada APBD Kota Tangsel 2019, dengan nilai kontrak proyek puluhan miliar yang ambrol pada akhir Mei 2020 lalu, tuai kritik dari Lipkor dan LSM Kompak.
Ketua LSM Lipkor Heriyanto meminta agar aparat penegak hukum ( APH) segera mengusut tuntas proyek yang menelan anggaran besar tersebut. Pasalnya proyek yang diduga merugikan keuangan negara, diduga merugikan ke wilayah Tangerang Raya.
” Kami mendorong APH secepatnya bertindak dengan melakukan penyelidikan kepada pelaksana, PPTK dan kuasa pengguna anggaran ( KPA),” tukasnya.
Hal serupa ditegasketua LSM KOMPAK, H Retno, menurutnya proyek yang menelan anggaran Rp21 miliar yang bersumber dari APBD Kota Tangsel tersebut, belum genap satu tahun dikerjakan, namun sudah dibayar 100 persen. Bahkan saat sebelum ambruk, disebutkan pengerjaan proyek sudah terlihat miring.
” Kami mencurigai ada yang tidak beres dalam proses pekerjaan tersebut. Kalau mengikuti RAB yang direncanakan, tidak mungkin amblas,” ujarnya.
Akibat ambruknya TPA Cipeucang kata Retno, berdampak terhadap pengelolam sampah. Bahkan Kota Tangsel sudah meminta izin ke Pemkab Tangerang untuk membuang sampah sementara waktu.
“Akibat proyek ini semua dirugikan, karena Pemerintah Kabupaten ikut terbebani,” tukasnya. (yat/way).
























