Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAORGANISASIUncategorized

Amuba Nilai WH-Andika Gagal Pimpin Banten

×

Amuba Nilai WH-Andika Gagal Pimpin Banten

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Aliansi Mahasiswa Peduli Banten (Amuba) menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (18/6/2020).

Example 300x600

Dalam aksinya mahasiswa menuding kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur gagal memimpin Banten, yang salah satunya terkait proses merger Bank Banten ke Bank BJB secara ugal-ugalan.

Aksi aliansi mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Serang, Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Serang (PP-Hamas) serta Keluarga Mahasiswa Tirtayasa (Kamayasa Serang-Bandung) itu, dilakukan dengan membakar ban serta menaburkan bunga sebagai simbol gagalnya kepemimpinan Wahidin Halim – Andika Hazrumy dalam memimpin Provinsi Banten.

Dalam orasinya Ketua Umum PP Hamas M. Busairi mengatakan, selama kepemimpinan WH-Andika tidak pernah punya itikad baik melakukan penyelamatan terhadap Bank Banten sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2013, namun malah membunuh Bank Banten dengan melakukan Merger.

“Sudah jelas Gubenur tidak pernah menyertakan modal selama ini. Sesuai amanat Perda Namun malah melakukan merger pada Bank Banten terlebih di tengah pandemi,” ucapnya saat berorasi.

Terlebih, lanjut Busairi, seharusnya Gubernur Banten sebagai pimpinan harus mampu memperjuangkan salah satu aset yang menjadi simbol perekonomian.

“Kalau Gubernurnya gagal mempertahankan, siapa lagi?. Kalau tidak mampu, jelas itu bentuk kegagalan,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum HMI cabang Serang Faisal Dudayef Payumi Padma saat diwawancarai awak media meminta WH-Andika untuk mampu menjelaskan ke publik atas kekisruhan yang diakibatkan dari merger Bank Banten ke Bank BJB.

“Kami meminta Gubernur Banten segera menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat atas kekisruhan yang bermula dari Merger Bank Banten dan Bank BJB,” katanya.

Ia melanjutkan, proses merger Bank Banten dilakukan di tengah pandemi Covid-19, membuat masyarakat terganggu, karena berdampak pada banyak aspek perekonomian dan utamanya di internal pemerintahan.

“Satu lagi. Gubernur harus minta maaf kepada masyarakat Banten. Seharusnya di tengah wabah pemimpin memberikan ketenangan tapi malah sebaliknya,” tutupnya. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post