Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

Keluarga Klarifikasi Sebab Kematian Yuli, Warganet Masih Tanda Tanya

×

Keluarga Klarifikasi Sebab Kematian Yuli, Warganet Masih Tanda Tanya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Beredar video berdurasi sekitar 1 menit 52 detik, berisi klarifikasi dari keluarga almarhumah Yuli Nur Amelia (43).

Example 300x600

Dalam video tersebut, terlihat ada enam orang yang terekam, dimana salah satunya diketahui merupakan suami almarhumah Yuli, yakni Muhammad Kholid (49).

Kholid dalam video tersebut menyatakan, bahwa perihal istrinya (Yuli) meninggal karena kelaparan, adalah sesuatu yang tidak benar.

“Saya menyatakan, bahwa, istri saya itu, meninggal karena kelaparan itu gak benar. Sebenarnya istri saya itu meninggal karena kecapean,” ucap Kholid diiringi suara orang lain yang sesekali terdengar menuntun setiap kalimat yang diucapkan Kholid, melalui video yang juga didapat Bantensatu.co, Rabu (22/4/2020).

Usai Kholid memberikan pernyataan, di video yang sama seorang perempuan yang terlihat menggunakan masker ikut memberikan klarifikasi.

Dalam video perempuan tersebut mengaku merupakan perwakilan anggota keluarga Yuli, dan menyatakan semua pemberitaan terkait kematian Yuli tidaklah benar.

“Saya mewakili dari keluarga almarhum Ibu dari Yuli Nur Amelia, ingin menyatakan, bahwa pemberitaan yang beredar, di media sosial, media online, media elektronik, itu tidak benar. Tetapi, almarhum kakak saya (Yuli) meninggal, itu karena kelelahan, atau kecapean. Bukan karena kelaparan, atau tidak makan, selama dua hari. Dan saya mohon kepada awak media, untuk tidak membesar-besarkan, pemberitaan tersebut,” ucapnya, dalam video.

Sebelumnya, beredar pula foto bergambar surat pernyataan yang seolah-olah dibuat oleh suami almarhum Yuli yang menyatakan hal serupa.

Menariknya, kemunculan surat dan video klarifikasi tersebut memancing sejumlah pengguna sosial media (warganet), untuk berkomentar.

“Ini konfirmasi dari suami almarhumah bu Yuli. Silakan disimak,” tulis akun bernama Muhammad Rois Rinaldi di sebuah status.

Lewat statusnya ia juga menuliskan sebuah pernyataan bernada satire.

“Menarik membaca tulisannya. Karakter tulisan pada isi surat dengan tanda tangan seperti lain sama sekali. Mungkin mata saya sedang bermasalah atau pakai juru tulis. Juru tulis dari pihak keluarga atau pemerintah? Itu kiranya bukan soal. Yang penting, ada cap jempol. Terbukti ‘asli’,” tulis sastrawan Asia Tenggara itu dalam statusnya dan memancing warganet lainnya untuk berkomentar.

“Iya bener… Msh tanda tanya (??) besar… klau nyimak dari tulisannya,” tulis akun Didi Hariyadi di komentar.

Fillah akun lainnya berkomentar, “Mungkin beliau tidak bisa menulis. Jadi dituliskan orang. Nampak ttd-nya mepet ke atas, dan cuma coretan sederhana, lalu dicap jempol lagi”.

“Bisa jadi tulisan anaknya yg paling gede, kan yg mbarep sudah kerja tapi dirumahkan karena corona,” tulis akun atas nama Tarni Kasanpawiro.

Dibawahnya akun atas nama Faisal Kemal Al-Badjeber menulis, “Saya rasa tulisan ini benar. Istrinya bukan kelaparan, sebab 2 hari tidak makan bukan menyebabkan kematiannya. Ada indikasi medis lain, yaitu sakit magh akut yg pernah di derita. Sakit magh itu bisa menyebabkan kematian. Penyebab sakit magh beragam, salah satunya terlambat makan”. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post