BANTEN RAYABERITA PILIHANKESEHATANUncategorized

Virus Corona Mewabah Dinkes Waspada, Disnaker: 12 TKI Cilegon Masih di Cina

 

CILEGON, (B1) – Menanggapi semakin meluasnya penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, menyurati seluruh layanan Kesehatan yang ada di Cilegon untuk waspada.

banner 300x600

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Dr Arriadna, Selasa (28/1/2020).

“Hari ini saya membuat surat kepada semua layanan kesehatan baik Puskesmas atau Klinik melalui asosiasi Klinik, dan semua Rumah Sakit. Saya membuat surat terkait kewaspadaan terhadap Corona Virus. Kita buatkan protapnya sehingga mereka tau langkah – langkah apa yang harus dilakukan jika menemukan pasien yang ternyata dari anamesenya itu dia habis berpergian ke daerah terpapar Corona Virus,” ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan dini Pemkot Cilegon, untuk mengantisipasi hal bisa saja terjadi.

“Kami juga akan bekerjasama dengan kantor kesehatan Pelabuhan, karena mereka yang mempunyai kewenangan untuk karantina bagi siapapun yang masuk ke Negara kita,” jelasnya.

Dirinya menghimbau, kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan atau daya tahan tubuh dan melaporkan ke Puskesmas atau Klinik terdekat jika ada gejala yang menunjukkan masyarakat terkena virus corona.

“Masyarakat harus tetap menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus. Sesudah aktifitas, biasakan selalu cuci tangan. Jika sedang batuk atau agar terhindar dari batuk, selalu gunakan masker, lalu melaporkan jika ada masyarakat yang terpapar Corona Virus,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, ada sebanyak 12 Orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Kota Cilegon, saat ini bekerja di wilayah yang terpapar virus corona.
Staff Jabatan Fungsional di Disnaker Cilegon, Ahmad Taufani memaparkan, dari 12 TKI asal Cilegon tersebut terbagi dalam dua wilayah, yaitu 6 orang di Hongkong dan 6 orang lainnya di Taiwan.

“Ada 6 orang di Taiwan, dan 6 orang lagi di Hongkong. Jadi total ada 12 TKI asal Cilegon yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang wilayahnya berdekatan dengan Cina,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, TKI asal Cilegon yang sudah berada disana, sulit untuk dijangkau.
“Mereka (TKI) yang sudah berada di Negara tersebut, itu sudah menjadi ranahnya Dinas tenaga kerja yang ada di masing-masing Negara, untuk memastikan perlindungan pekerja migran kita yang ada diluar Negeri. Perlindungan tenaga kerjanya, baik itu masalah kesehatan, itu sudah ada disana,” jelasnya.

Sementara ini, lanjutnya, pihaknya hanya bisa melakukan pembatasan keberangkatan TKI asal Cilegon yang akan berangkat ke Cina.

“TKI tujuan ke Negara Hongkong dan Taiwan kita lakukan pembatasan. Kita berikan edukasi kepada warga Kota Cilegon yang akan berangkat ke dua Negara ini, bahwa sedang terjadi kasus kesehatan. Apabila dipaksakan berangkat kesana, kemungkinan akan terinveksi virus tersebut. Kami sebagai Pemerintah bukan menghalangi untuk mencari nafkah keluar Negeri, atau kita nanti akan berikan solusi untuk ke Negara lain yang aman dari virus ini,” tandasnya. (Baehaqi).

Exit mobile version