Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYALINGKUNGANUncategorized

IOF Banten Bangun Posko Peduli, Distribusi Bantuan ke Wilayah Terisolir

×

IOF Banten Bangun Posko Peduli, Distribusi Bantuan ke Wilayah Terisolir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

LEBAK, (B1) – Beberapa kampung di Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak masih terisolir.

Example 300x600

Akibatnya, banyak korban terdampak banjir bandang disana, hanya bisa pasrah menunggu bantuan yang datang.

Seperti yang disampaikan Jujun, warga Kampung Seah, Kecamatan Cipanas.

Menurutnya, hingga saat ini, masih banyak warga yang menjadi korban kedinginan karena tidak memiliki baju ganti dan tidak memiliki pasokan makanan untuk sekedar menghangatkan tubuh yang sudah beberapa jam terguyur dan terpendam air.

“Bagi relawan jangan dikasihkan ke Desa karena enggak tersalurkan. Sampai saat ini belum ada bantuan yang datang, baik dari pemerintah atau yang lainnya. Saat ini warga sudah kedinginan, mohon secepatnya dikirim bantuan,” ucapnya melalui voice messenger, Jum’at (3/1/2020).

Selain Kampung Seah, Kampung Cinyiru dan Kampung Muhara juga diinformasikan masih terisolir dikarenakan akses jalan tertimbun longsor.

Menurut Anda, warga Kampung Muhara, Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak, ada beberapa kampung yang rata dengan tanah akibat tertimbun longsor dan masih terisolir.

Hal tersebut juga di perparah oleh tidak adanya penerangan, karena hampir seluruh tiang aliran listrik roboh akibat longsor.

“Disana masih ada ratusan kepala keluarga yang belum mengungsi akibat akses jalan yang tertimbun longsor. Terus juga listrik mati karena tiangnya pada rubuh,” ujarnya.

Dirinya berharap, agar pemerintah bisa segera cepat tanggap dalam menangani korban terdampak longsor dan banjir bandang.

“Kami berharap kepada pemerintah juga para dermawan agar bisa membantu kami yang disini. Kebutuhan yang saat ini paling di butuhkan diantaranya, selimut makanan dan pakaian layak pakai juga posko pengungsian yang bisa menampung anak – anak dan wanita,” tutupnya.

Berdasarkan laporan situasi di lokasi bencana, untuk menembus desa yang masih terisolir, petugas dan juga relawan membutuhkan armada 4×4 dan 2×1.

Mengetahui informasi tersebut, Pengurus Iof Pengda Banten langsung bergerak merespon dengan mendirikan posko IOF Rescue dan IOF Peduli.

Sejak hari pertama, satu persatu anggota IOF Banten terlihat mulai berdatangan dengan kendaraan offroad 4×4 sambil membawa logistik dan perlengkapan lainnya.

“Sejak kemarin sudah ada tim yang kesini untuk menyalurkan logistik dan melakukan pendataan. Saya sendiri sejak malam tadi tiba di lokasi dan langsung menggelar koordinasi dengan petugas terkait, baik BPBD, dan TNI Polri. Siang ini, 3 mobil juga ikut meluncur membawa kebutuhan logistik,” ungkap Sekjen IOF Banten, Irfan Umar.

Untuk wilayah yang masih terisolir, lanjutnya, sejauh ini dari petugas dan relawan juga harus menempuhnya dengan berjalan kaki.

“Tim dari TNI masih harus berjalan kaki kurang lebih 10 kilometer, karena medan yang sulit,” jelasnya.

Sementara itu, melalui group pengurus IOF Pengda Banten, Ketua IOF Banten Muhammad Ato terus memberikan semangat kepada seluruh pengurus dan anggota yang akan terjun langsung ke lokasi.

Dalam kondisi terbaring di rumah sakit, dirinya akan memaksakan diri agar bisa berangkat pada Minggu besok.

“Siap kerja bahu membahu…membantu sesama….salam offroad….!!!,” tulisnya.

Dirinya juga secara langsung memberikan arahan dan intruksi kepada pengurus dan anggota untuk mengawal proses di lokasi sesuai prosedur.

Begini instruksi dan arahan Ketua IOF Pengda Banten, H. Muhammad Ato,

Salam offroad!!! Rekan club dan keluarga besar IOF Pengda Banten, dengan adanya musibah di Banten, maka pemberian bantuan yang akan di lakukan, harus di koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama BPBD dan Basarnas, maka, pertama, memberian bantuan terkait mobilisasi 4×4, logistik (obat, paramedik/tenaga medis, sembako, dan lain-lain), juga rencana penanganan dan penanggulangan serta pasca bencana, inventarisasi di lakukan di posko IOF Pengda Banten di SDN 03 Pasir Tariti.

Kedua, teknis pemberian bantuan terkait mobilisasi 4×4 (iof rescue), logistik dan obat obatan, penanganan dan penanggulangan serta pasca bencana (iof peduli) senantiasa dilakukan melalui koordinasi dan arahan dengan mengikuti SOP (standar oprasional prosedur) dari BPBD dan Basarnas Provinsi atau Pemda setempat.

Ketiga, bantuan berupa mobilisasi mobil 4×4 masuk jalur terisolir, yang perlu dikirim antara lain, makanan siap saji (dapur umum) termasuk beras, selimut, obat-obatan, paramedis, dokter, pampers bayi, makanan bayi, terpal, dan lain-lain dan keempat, bantuan pasca bencana akan di informasikan sesuai hasil koordinasi dengan instansi setempat. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post