SERANG, (B1) – Kampung Dongeng (Kado) Serang, rencananya akan diresmikan, Sabtu 23 November 2019, di Sekretariat Lingkungan Wakaf Tanjak, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Yang akan mersemikan Walikota Serang, Syafrudin dan Ketua Umum Kampung Dongeng Indonesia Pusat, Kak Awam Prakoso.
Sebelum peresmian, akan diisi workshop mendongeng bagi guru TK/PAUD dan mahasiswa oleh Kak Awam Prakoso, dilanjutkan dengan dongen ceria bersama anak-anak TK dan PAUD, serta anak kampung setempat.
Di lokasi juga nantinya akan ada perpustakaan keliling, permainan tradisional dan kreatifitas anak.
Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Nur Hayati mengatakan, dengan adanya persemian tersebut, Kado Serang akan lebih eksis dan memberikan manfaat bagi anak-anak, agar memiliki imajinasi yang baik.
“Dengan adanya Kampung Dongeng ini, paling tidak anak-anak saat liburan tidak di depan televisi dan main HP,” katanya.
Sekretaris Panitia, Bunda Aas Asnawiah menambahkan, persemian Kampung Dongeng Serang ini dilakukan dengan sederhana di teras rumah, bersatu dengan TBM Cahaya Bunda.
Ia mengaku merasa senang bila rumahnya juga bermanfaat bagi orang lain.
Karena meski di teras rumah, lanjutnya, tetapi bisa menularkan virus literasi kepada generasi bangsa.
“Sangat sederhana acaranya. Kita ingin memperkenalkan keberadaan Kampung Dongeng ini kepada masyarakat luas. Kami juga siap bersinergi untuk mendongeng mencerahkan dengan berbagai instansi, juga perorangan. Kami terbuka,” ujar Bunda Aas.
Perempuan yang berprofesi sebagai guru TK ini menjelaskan, ke depan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar anak-anak tidak jenuh, sehingga program mendongeng dan membaca buku dapat berjalan dengan baik.
“Kami sadari banyak kekurangan, namun kami terus berupaya agar tim kami diberi kesehatan dan kekompakan. Apalagi kami melakukan semua ini swadaya bersama,” ujarnya.
Mendongeng, katanya, selain membuat anak berimajinasi, juga dapat memberikan informasi dan wawsan bagi anak-anak.
Karena dalam setiap mendongeng, selalu diselipkan pengetahuan yang tidak didapat di bangku sekolah. (Baehaqi).
























